El Niño Terus Menguat, Puncaknya Diperkirakan Desember 2026

Perkembangan anomali Niño 3.4 dari kondisi awal bulan September 2026. Garis hitam utuh menunjukkan perkembangan yang teramati, yang kemudian beralih ke prakiraan rata-rata ansambel dari berbagai sistem prediksi musiman (garis berwarna). Semua nilai anomali dinyatakan dalam °C terhadap periode dasar 1993–2009. GAMBAR: WMO

Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) telah menerbitkan Pembaruan Iklim Musiman Global yang menyajikan prakiraan suhu dan curah hujan periode Oktober hingga Desember. Puncaknya El Niño diperkirakan terjadi bulan Desember 2026.

Selama periode Oktober-November-Desember 2026, suhu permukaan laut di wilayah tropis Pasifik bagian tengah dan timur diperkirakan akan meningkat hingga mencapai rekor tertinggi.

Hal ini mencerminkan penguatan fenomena El Niño yang akan memengaruhi pola cuaca serta berdampak pada perekonomian, ekosistem, dan masyarakat di seluruh dunia.

Siaran pers WMO mengenai Laporan bulanan Pembaruan Iklim Musiman Global menyatakan bahwa El Niño akan terus menguat menjelang puncaknya yang diperkirakan terjadi pada bulan Desember.

Fenomena ini kemungkinan besar akan menyebabkan suhu di sebagian besar wilayah dunia berada di atas rata-rata dan mengubah pola curah hujan, sehingga meningkatkan risiko kekeringan serta banjir di berbagai kawasan.

Pembaruan Iklim Musiman Global menyajikan informasi tepercaya mengenai faktor-faktor pendorong iklim berskala besar.

Faktor-faktor tersebut mencakup El Niño–Southern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), dan suhu permukaan laut Atlantik tropis, yang semuanya memengaruhi suhu dan curah hujan musiman.

Laporan ini melengkapi Pembaruan El Niño/La Niña WMO yang diterbitkan setiap tiga bulan sekali.

“El Niño telah terbentuk dengan kuat dan sedang menguat dengan pesat,” ujar Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, pada Kamis (8/10).

“Prakiraan WMO menunjukkan kemungkinan hampir 100 persen bahwa fenomena ini akan bertahan hingga Februari 2027, dan berpotensi menjadi salah satu peristiwa terkuat setidaknya sejak tahun 1950.”

Angka kepastian yang hampir mutlak tersebut bukan berasal dari satu model saja. Angka itu merupakan konsensus dari tiga belas pusat kajian nasional dan internasional—mulai dari Washington, Tokyo, London, hingga Pune—yang dibangun berdasarkan pertukaran data real-time dari pelampung laut (buoy), satelit, dan radiosonde yang dikoordinasikan oleh WMO.

Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, di Global Heat Forum Bangkok, Thailand. FOTO: WMO

“El Niño tidak menambah panas baru ke planet ini. Fenomena ini melepaskan panas yang sebelumnya telah tersimpan di bawah permukaan laut— itulah sebabnya peristiwa El Niño yang kuat sering kali bertepatan dengan tahun-tahun terpanas yang pernah tercatat (seperti halnya tahun 2024),” kata Celeste Saulo dalam acara Global Heat Forum di Bangkok.

“Lautan yang menjadi sumber energinya berada pada suhu terhangat yang pernah kami catat. Singkatnya, ada lebih banyak panas yang tersedia untuk dilepaskan,” ujarnya.

Exit mobile version