Kamis, Juni 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Fenomena Pemutihan Karang di Perairan Selatan dan Utara Gorontalo

redaksi
22 Maret 2024
Kategori : Berita, Iklim
0
Fenomena Pemutihan Karang di Perairan Selatan dan Utara Gorontalo

Pemutihan karang (coral bleaching) di perairan Gorontalo. FOTO: GUSNAR LUBIS ISMAIL

Menurut Gusnar, pemutihan karang di Olele sekitar 5 persen. Botutonuo, Botubarani, dan Leato sekitar 10 persen.

”Di Pohe, Tanjung Kramat, Pantai Dulanga, Bongo 15-25 persen,” ujarnya.

”Di Boalemo 10-15 persen, sedangkan Gorontalo Utara 10-15 persen dan Pohuwato 10 persen.”

Pemutihan karang (coral bleaching) di perairan Gorontalo. FOTO: GUSNAR LUBIS ISMAIL

Pemutihan karang, umumnya disebabkan oleh pemanasan global dan perubahan suhu air laut.

Selain itu, kata Gusnar, pemutihan karang juga bisa disebabkan oleh predator alami karang seperti Bintang Laut Mahkota Duri (Acanthaster plancii).

Faktor lain yang mempengaruhi adalah kekeruhan dan sedimentasi yang tinggi saat hujan.

Beberapa lokasi yang diamati oleh Gusnar, seperti Botubarani, Leato, Pohe, Tanjung Karang, dan Pantai Dulanga, menunjukkan karang hidup tertutup lumpur selama berminggu-minggu. Polip-polipnya kembali bersih setelah terjadi perubahan arus.

”Namun, ada beberapa jenis karang yang tidak dapat bertahan hidup dan mengalami pemutihan, kemudian mati ditutupi oleh alga,” ujarnya.

Gusnar mengatakan umumnya karang yang mengalami pemutihan berada dekat muara sungai atau masih terpengaruh oleh pasokan air sungai yang kuat, sehingga setelah pemutihan banyak karang yang mati saat turun hujan.

”Penggundulan hutan dan kerusakan hutan mangrove yang diubah menjadi tambak, pemukiman, atau industri juga harus dikurangi,” kata Gusnar.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: coral bleachinggorontaloGusnar Lubis IsmailPemanasan Globalpemutihan karang
Bagikan22Tweet14KirimKirim
Previous Post

UNG Memperluas Program Mengajar di Daerah Terpencil untuk Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia

Next Post

Neville Bergerak Sebagai Badai Kategori 4 di Samudra Hindia

Postingan Terkait

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

3 Juni 2026
Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

3 Juni 2026

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

Bersiaplah untuk Menghadapi El Niño

Tim Fakultas Kedokteran UNG Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir di Gorontalo Utara

Next Post
Neville Bergerak Sebagai Badai Kategori 4 di Samudra Hindia

Neville Bergerak Sebagai Badai Kategori 4 di Samudra Hindia

TERBARU

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

AmsiNews

REKOMENDASI

AMSI Gorontalo dan Sumatera Utara Gelar Pelatihan Jurnalistik

Kapal Terbakar di Filipina, Satu ABK Tewas

KMP Santika Nusantara Ditarik ke Gresik, Masih Ada Kepulan Asap

AMSI Gelar Indonesia Digital Conference (IDC) 2025: Bahas Kedaulatan AI dan Kemandirian Digital Nasional

Stop Perburuan Paus dan Lumba-lumba

Kisah Shackleton dan Penyelamatan Awak Kapal Endurance 1914-1916 di Antartika

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.