Batam – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menjalin kerjasama riset internasional, terutama di kawasan Asia Pasifik, dengan Marine Ecology Research Center, First Institute of Oceanography, State Oceanic Administration/Ministry of Natural Resources (China).
Riset ini meliputi kajian bersama mikroplastik di lautan dan spesies laut yang terancam punah dan rentan. Riset mikroplastik seperti kajian oseanografi. Kemudian, kajian telemetri untuk memahami sirkulasi arus dan cuaca, serta aplikasi lainnya.
Kajian spesies laut, seperti duyung atau dugong (Dugong dugon), pesut (Orcaella brevirostris) dan penyu hijau (Chelonia midas). Spesies ini masuk dalam daftar merah IUCN dengan status konservasi rentan (threatened: vulnerable) untuk Duyung dan terancam punah (threatened endangered) untuk pesut dan penyu hijau.
Riset akan dilakukan dengan menggunakan peralatan unmanned aerial vehicle (UAV) atau lebih dikenal dengan drone, Unmanned Surface boat Vehicle (USVs), tagging satellite, buoy, bioakustik dan metode biologi molekuler.
Selanjutnya, dirintis pula, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta supervisi bersama program Doktoral bagi para dosen di lingkungan FIKP UMRAH.
Dekan FIKP UMRAH Dr Agung Dhamar Syakti mengatakan, telah terbentuk pula konsorsium riset antara peneliti Indonesia, Malaysia dan Thailand. Program ini dalam bentuk Marine Endangered Species Project (MESP). Riset MESP di perairan Asia Tenggara seperti di Trhang (Thailand), Teluk Brunei (Malaysia) dan Bintan (Indonesia).
Direncanakan bulan Juni 2019 mendatang FIKP UMRAH akan mengadakan pelatihan observasi dugong, pesut dan penyu hijau di Tanjungpinang dengan peserta dari berbagai peneliti di ASEAN.
Sebelumnya, Agung mengikuti kegiatan The Sixth China-Southeast Countries Marine Cooperation Forum yang berlangsung 15 – 17 November di Beihai, Propinsi Guangxi, Tiongkok. Forum ini bertujuan meningkatkan komunikasi dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan di antara negara-negara Asean dan China.
Sebanyak 400 peserta hadir dalam kegiatan yang dibagi menjadi beberapa sesi ilmiah. FIKP UMRAH diwakili Agung memaparkan kegiatan mitigasi sampah plastik di pesisir Kepulauan Riau. Mitigasi sampah ini kerja bersama antara pegiat lingkungan, masyarakat, pemerintah kota Tanjungpinang dan Pemprov Kepri lewat kegiatan World Clean-Up Day. Selain itu, riset-riset mikroplastik.
Delegasi Indonesia sendiri diwakili oleh Kemenkomaritim, LIPI, BMKG dan UMRAH sebagai satu-satunya perwakilan perguruan tinggi.*
