Rabu, September 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gelombang Panas dan Suhu Tinggi Mengancam Kehidupan Muda

redaksi
9 Agustus 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Gelombang Panas Melanda India

Data GEOS-5 hasil Modeling dan Asimilasi Global di GSFC NASA. GAMBAR: NASA Earth Observatory/JOSHUA STEVENS

Darilaut – Sebelum dievakuasi karena Topan Khanun, peserta Jambore Pramuka Dunia ke-25 Saemangeum, Jeollabuk-do, Republik Korea, menghadapi gelombang panas.

Lebih dari 43 ribu peserta Jambore Pramuka tersebut adalah Pramuka muda. Organisasi Gerakan Pramuka Dunia atau World Organization of the Scout Movement (WOSM) telah meminta agar tuan rumah dan pemerintah Korea menjadikan kesehatan dan keselamatan para peserta sebagai prioritas utama.

Menurut UN Children’s Fund (UNICEF) atau Dana Anak-anak PBB gelombang panas dan suhu tinggi mengancam kehidupan muda di Asia Selatan.

Dalam siaran pers Un.org tiga perempat anak-anak di Asia Selatan telah terpapar suhu tinggi yang ekstrem dibandingkan dengan hanya satu dari tiga anak secara global. UNICEF mendesak pihak berwenang untuk berbuat lebih banyak untuk membantu mereka mengatasi panas, pada Senin (7/7).

UNICEF memperkirakan bahwa 76 persen anak-anak di bawah 18 tahun di Asia Selatan — 460 juta — terkena suhu sangat tinggi, di mana 83 hari atau lebih dalam setahun melebihi 35° Celcius.

Juli adalah  bulan terpanas  yang pernah tercatat secara global, meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut tentang masa depan anak-anak, termasuk mereka yang tinggal di Asia Selatan, diperkirakan akan menghadapi  gelombang panas yang lebih sering dan parah, sebagian besar karena perubahan iklim.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Asia SelatanGelombang PanasPerubahan IklimSuhu PanasUNICEF
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Menghindari Topan Khanun, 40 Ribu Peserta Jambore Pramuka Dunia Berangkat Dengan Selamat

Next Post

Penyakit Karena Serangan Gelombang Panas dan Cara Mengatasi

Postingan Terkait

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

9 September 2026
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

9 September 2026

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

27 Mahasiswa UNG Siap Tampil Dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Jember

Next Post
Penyakit Karena Serangan Gelombang Panas dan Cara Mengatasi

Penyakit Karena Serangan Gelombang Panas dan Cara Mengatasi

Komentar tentang post

TERBARU

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Super Noru Sedikit Melemah Setelah Mendarat di Pulau Luzon

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional di Berbagai Daerah

Indonesia dan USAID Meluncurkan Kerja Sama Bidang Iklim dan Konservasi

Sabuk Nusantara 89 Melayari Rute Palu Hingga Maratua

Kisah Nelayan Gorontalo 240 Hari Hanyut dan Terombang-ambing di Samudra Pasifik

Bibit Siklon Tropis 99W Berkembang di Dekat Papua

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.