Darilaut – Gempa yang mengguncang Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/8) merusak puluhan rumah dan melukai sejumlah warga setempat.
Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (17/8) pukul 12.00 WIB, dilaporkan 32 mengalami luka-luka. 16 orang luka berat dilarikan ke Rumah Sakit Poso, 6 orang luka dirawat di Puskesmas Tokorondo, dan 10 lainnya masih dalam pendataan lokasi perawatannya.
Belum ada laporan mengenai korban meninggal dunia.
Sementara sebanyak 37 unit rumah rusak dengan rincian Desa Tangkura 14 unit rumah rusak (belum terverifikasi kerusakan), Desa Towu 4 unit rumah rusak berat dan 1 unit rumah rusak ringan, Desa Lape 8 unit rumah rusak (belum terverifikasi kerusakan).
Kemudian di Desa Maranda 4 unit rumah rusak (belum terverifikasi kerusakan), Desa Tokorondo 2 unit rumah rusak (belum terverifikasi kerusakan), Desa Patiwunga 2 unit rumah rusak (belum terverifikasi kerusakan), Desa Bega 1 unit rumah rusak (belum terverifikasi kerusakan), dan Desa Kilo 1 unit rumah rusak (belum terverifikasi kerusakan).
Hingga kini, BPBD setempat masih melakukan pendataan apakah ada warga yang mengungsi akibat gempa. Sementara itu, gempa susulan masih terus terjadi hingga saat ini.
Sementara itu, kerusakan bangunan yang terdata meliputi 4 unit rumah rusak berat, 33 unit rumah rusak ringan, satu unit gedung SDN 1 Tangkura rusak, termasuk tiga unit fasilitas ibadah yaitu Gereja Jemaat Elim Desa Masani, Gereja Gloria, dan GPDL Mahnaim.
Kebutuhan mendesak yang dilaporkan antara lain tenda, terpal, lampu taktis, selimut, alas tidur, makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan, serta kendaraan operasional untuk mendukung penanganan darurat.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengirimkan tim dari Direktorat Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD), Kedeputian Bidang Penanganan Darurat untuk memberikan dukungan mulai dari pendampingan, monitoring, kaji cepat, manajemen posko darurat, data informasi dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tanggap darurat.
BNPB juga terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mempercepat penanganan darurat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pengungsi dan pemulihan kondisi masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB.
