Darilaut – Gempa berkekuatan magnitudo (M)7,1 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu (10/1) malam berada di dekat Pulau Kabaruan. Gempa laut ini terjadi pukul 21.58.25 WIB atau 22.58.25 Wita.
Lokasi pusat gempa bumi berada di laut, sekitar 18 km lepas pantai Kecamatan Damau (Pulau Kabaruan) dan 52 km sebelah tenggara Melonguane, ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud, kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Minggu (11/1).
Berdasarkan lokasi geografis dan kedalaman pusat gempa bumi dan fokal mekanisme, menurut Pusat Vulkanologi, Gempa Bumi Melonguane termasuk ke dalam gempa bumi intra slab, dengan mekanisme pergerakan patahan normal, dengan arah barat-timur.
Pusat Vulkanologi mengatakan secara litologi, batuan termuda yang menyusun Kepulauan Talaud adalah batugamping berumur Holosen yang secara terbatas tersingkap di ujung timur laut, tengah dan selatan Pulau Karakelong, termasuk di Melonguane.
Di Pulau Salibabu, batugamping Holosen ini menempati area seluas 30% dari luas pulau, terkonsentrasi di bagian selatan pulau, sementara di pulau terdekat dengan pusat gempabumi, Pulau Kabaruan, batugamping Holosen hanya tersingkap sedikit saja, di pebukitan sebelah timur pulau ini.
Sementara itu litologi utama penyusun Kepulauan Talaud adalah batuan bancuh berumur Pra-Oligosen. Batuan bancuh ini menempati bagian tengah pulau-pulau utama di Kepulauan Talaud (Pulau Karakelong, Salibabu dan Kabaruan).
Menurut Pusat Vulkanologi, kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan. Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan mempunyai kekerasan lebih rendah begitu juga sebaliknya.
Di Kepulauan Talaud, kawasan pantai yang didominasi oleh batuan termuda di kepulauan ini, yaitu batugamping Holosen, memiliki nilai Vs30 bervariasi mulai dari 200–350 m/s, atau kelas tanah D (tanah lunak, dengan kandungan air tinggi).
Makin ke tengah pulau, kekerasan batuan meningkat seiring dengan meningkatnya elevasi dan kemiringan lereng serta umur litologi yang makin tua, kata Pusat Vulkanologi.
Punggungan tengah pulau, baik Kabaruan, Salibabu maupun Kabaruan, memiliki nilai Vs30 lebih besar dari 400 hingga 450 m/s atau termasuk ke dalam kelas tanah C atau tanah keras dan kaku.
Menurut Pusat Vulkanologi, Kecamatan Damau, wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi disusun oleh batuan/ tanah kelas D dan C, dengan nilai Vs30 berkisar antara 250 di tepi pantai hingga 425 di puncak bukit di tengah pulau.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi Talaud Sabtu malam terletak pada koordinat 3,76 LU-126,95 BT, dengan magnitudo 6,6 pada kedalaman 31 km.
Menurut informasi dari the United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 3,690° LU dan 126,986° BT dengan magnitudo M6,5 pada kedalaman 51,6 km.
Sementara berdasarkan informasi dari laman GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 3,750° LU dan 126,980° BT, dengan magnitudo M6,5 pada kedalaman 10 km.
