Sabtu, April 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gempa Terasa Lebih Dari 20 Detik, Segera Evakuasi

redaksi
4 Oktober 2020
Kategori : Berita
0
Gempa Terasa Lebih Dari 20 Detik, Segera Evakuasi

Bila gempa terasa lebih dari 20 detik, segera evakuasi menjauhi pantai atau ke tempat lebih tinggi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Gempabumi yang terasa lebih dari 20 detik, itu artinya segera melakukan evakuasi dengan menjauhi pantai atau ke tempat lebih tinggi.

“Jika masyarakat merasakan guncangan gempa, apakah itu lemah ataukah itu keras, tapi guncangannya berasa menerus lebih dari 20 detik. Itu adalah saat yang tepat untuk memulai evakuasi,” ujar Plt Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.

Dalam agenda Keterangan Publik (Public Expose) Risiko Tsunami di Pantai Selatan Pulau Jawa melalui telekonferensi, Rabu, (30/9), Muhari mengatakan, gejala alam yang mendahului tsunami terkait dengan karakteristik gempa bersifat unik.

Menurut Muhari, gejala ini tidak sama antara satu dengan lainnya. Sehingga kita tidak bisa memberikan karakteristik secara pasti gempa seperti apa yang pasti akan diikuti tsunami.

“Pengalaman kita yang bagus itu ada di Mentawai pada tahun 2007, ada gempa besar 8.6 (magnitudo) guncangannya sangat kuat tetapi tsunaminya sangat kecil. Tapi tahun berikutnya 2010 gempanya lemah, tapi tiba-tiba 8 menit kemudian tsunami 12-15 meter menghantam,” kata Muhari.

Menurut Muhari, untuk kesiapsiagaan masyarakat, bahwa gempa yang diikuti tsunami biasanya pelepasan energinya agak lama.

Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Sri Widiyantoro mengatakan, hasil riset memberi catatan bahwa ditemukan tsunami deposit di dekat daerah Pangandaran, yang diperkirakan terjadi akibat gempa cukup besar pada tahun 1584-1586.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BNPBgempabumiMenteri Riset dan Teknologitsunami
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Riset Potensi Risiko Tsunami Pantai Selatan Jawa Untuk Mitigasi

Next Post

Anomali Iklim La-Nina Sedang Berkembang

Postingan Terkait

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

18 April 2026
Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

17 April 2026

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

Bibit Siklon Tropis 92S di Barat Laut Kepulauan Cocos (Keeling)

Next Post
Anomali Iklim La-Nina Sedang Berkembang

Anomali Iklim La-Nina Sedang Berkembang

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

G20, Pentingnya Lautan Untuk Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Sosiolog UNG: Ini Tantangan Penjabat Gubernur Gorontalo

Apa Kabar Ikan Raja Laut? (2)

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Wamen Fauzan: UNG Harus Memberi Dampak Dibidang Ketahanan Pangan

2016 – Maret 2019, Temuan Penyelewengan BBM Bersubdisi Rp 72,6 Miliar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.