Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gempa Turki Dirasakan Hingga Jarak 2000 km

redaksi
8 Februari 2023
Kategori : Berita
0
Gempa Turki Dirasakan Hingga Jarak 2000 km

Lingkaran merah, lokasi gempa pertama M7,8 (7,8 SR) dan gempa kedua M7,5. Kemudian terjadi gempa susulan di Anatoli, sepanjang lebih dari 200 km. GAMBAR: EMSC

Darilaut – Gempabumi sangat dahsyat Magnitudo 7,8 (atau 7,8 skala Richter) yang mengguncang Turki dan Suriah, pada Senin (6/2) dirasakan hingga jarak 2000 km dari pusat gempa.

Gempa yang berpusat di darat ini sangat dirasakan terutama di Turki, Suriah, Lebanon, Siprus, dan lain-lain.

Menurut European-Mediterranean Seismological Centre (EMSC) atau Pusat Seismologi Eropa-Mediterania, sembilan jam setelah gempa bumi pertama berkekuatan M7,8 yang menghantam tenggara Turki, dekat perbatasan Suriah, pada 6 Februari 2023, terjadi gempa kedua M7,5.

Gempa kedua yang lebih jauh ke utara, dengan jarak 100 km dari gempa pertama, kata EMSC, organisasi independen yang didirikan pada tahun 1975, mengikuti rekomendasi dari Komisi Seismologi Eropa (ESC).

Berdirinya organisasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa wilayah Eropa-Mediterania menunjukkan aktivitas seismik yang berpotensi membahayakan.

Akibatnya, untuk alasan perlindungan masyarakat dan evaluasi bahaya gempa bumi, badan ilmiah perlu melakukan penentuan yang sangat cepat (mendekati waktu nyata) dari gempa bumi yang merusak.

Selain aktivitas seismik, kata EMSC, gelombang 10 cm dipicu gempa pertama telah terekam 2 jam 27 menit setelah gempa utama pada pengukur pasang surut 266 km, jauh dari pusat gempa.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Gempa DaratGempa TurkigempabumiSuriahTurki
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

La Nina Diprediksi Segera Berakhir

Next Post

Citra Satelit, Data Akurat Dibutuhkan untuk Mendukung Tata Ruang Daerah

Postingan Terkait

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

2 November 2026

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Next Post
Tambak

Citra Satelit, Data Akurat Dibutuhkan untuk Mendukung Tata Ruang Daerah

Komentar tentang post

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Turis Tidak Tertarik ke Lokasi yang ada Bom Ikan

Dampak Gelombang Panas dan El Niño Harga Jagung Dunia Naik 3,6 Persen

Ratusan Ribu Orang Menolak Budidaya Gurita

BMKG Pantau Hilal di 37 Lokasi di Indonesia

Kisah Pelayaran Arka Kinari, Setahun Dari Rotterdam Tiba di Maluku

Badai Beruntun Menghantam Eropa Januari 2026, Cuaca Buruk di Libya Menyebabkan Langit Menguning

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.