Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gempa Turki Dirasakan Hingga Jarak 2000 km

redaksi
8 Februari 2023
Kategori : Berita
0
Gempa Turki Dirasakan Hingga Jarak 2000 km

Lingkaran merah, lokasi gempa pertama M7,8 (7,8 SR) dan gempa kedua M7,5. Kemudian terjadi gempa susulan di Anatoli, sepanjang lebih dari 200 km. GAMBAR: EMSC

Darilaut – Gempabumi sangat dahsyat Magnitudo 7,8 (atau 7,8 skala Richter) yang mengguncang Turki dan Suriah, pada Senin (6/2) dirasakan hingga jarak 2000 km dari pusat gempa.

Gempa yang berpusat di darat ini sangat dirasakan terutama di Turki, Suriah, Lebanon, Siprus, dan lain-lain.

Menurut European-Mediterranean Seismological Centre (EMSC) atau Pusat Seismologi Eropa-Mediterania, sembilan jam setelah gempa bumi pertama berkekuatan M7,8 yang menghantam tenggara Turki, dekat perbatasan Suriah, pada 6 Februari 2023, terjadi gempa kedua M7,5.

Gempa kedua yang lebih jauh ke utara, dengan jarak 100 km dari gempa pertama, kata EMSC, organisasi independen yang didirikan pada tahun 1975, mengikuti rekomendasi dari Komisi Seismologi Eropa (ESC).

Berdirinya organisasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa wilayah Eropa-Mediterania menunjukkan aktivitas seismik yang berpotensi membahayakan.

Akibatnya, untuk alasan perlindungan masyarakat dan evaluasi bahaya gempa bumi, badan ilmiah perlu melakukan penentuan yang sangat cepat (mendekati waktu nyata) dari gempa bumi yang merusak.

Selain aktivitas seismik, kata EMSC, gelombang 10 cm dipicu gempa pertama telah terekam 2 jam 27 menit setelah gempa utama pada pengukur pasang surut 266 km, jauh dari pusat gempa.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Gempa DaratGempa TurkigempabumiSuriahTurki
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

La Nina Diprediksi Segera Berakhir

Next Post

Citra Satelit, Data Akurat Dibutuhkan untuk Mendukung Tata Ruang Daerah

Postingan Terkait

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Gempa M6,2 Guncang Talaud

15 Juni 2026
3000 Kapal dan 20 Ribu Pelaut Terjebak di Wilayah Konflik di Timur Tengah

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

15 Juni 2026

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Bambu Dapat Memulihkan Ekosistem dan Pengendalian Erosi

Gempa Sarangani Mengakibatkan 54 Ribu Rumah Rusak di Mindanao, 249 di Sulawesi Utara

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

Silvofishery, Model Budidaya Ikan Berkelanjutan yang Menggabungkan Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

TEMPO Kembali Mengalami Serangan Digital

Next Post
Tambak

Citra Satelit, Data Akurat Dibutuhkan untuk Mendukung Tata Ruang Daerah

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Bambu Dapat Memulihkan Ekosistem dan Pengendalian Erosi

Gempa Sarangani Mengakibatkan 54 Ribu Rumah Rusak di Mindanao, 249 di Sulawesi Utara

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

AmsiNews

REKOMENDASI

Lobster Amerika Dapat Hidup 100 Tahun

Sembilan Bukti Biota Laut Konsumsi Plastik di Indonesia

Hurricane Milton Meninggalkan Banjir, Pohon Tumbang dan Rumah Tanpa Listrik di Semenanjung Yucatan

Banjir Melanda Tanah Bumbu

Ubur-Ubur Api Punya Toksin, Hati-Hati Dengan Serangan dan Sengatannya

Mangrove Sebagai Penangkap Karbon

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.