Hasil Penelitian OTEC di Bali Utara

Ilustasi potensi OTEC di Indonesia, Donny Achiruddin.

PERBEDAAN temperatur di permukaan dan kedalaman laut dapat menghasilkan energi listrik. Ini yang disebut OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion), suatu metoda untuk menjalankan mesin kalor.

Pembangkit Listrik Tenaga OTEC ini termasuk salah satu sumber energi terbarukan.

Hasil penelitian OTEC Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL), Badan Litbang Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), menemukan perbedaan temperatur lebih dari 20 derajat pada kedalaman laut 500 sampai 1000 meter dengan permukaan (10 meter) di perairan Bali Utara.

Hasil penelitian ini kemudian disimulasi para peneliti P3GL, dengan menggunakan data suhu permukaan laut di kedalaman 10 meter sebesar 29,02 derajat Celcius dan suhu pada kedalaman 700 meter rata-rata sebesar 5,75 derajat Celcius.

Dengan kondisi tersebut, pembangkit dapat menghasilkan listrik dari konversi panas laut yang menghasilkan uap bertekanan tinggi untuk memutar turbin.

Profil temperatur merupakan nilai dari sebaran secara vertikal pada setiap lintasan pada masing-masing stasiun pengukuran. Distribusi vertikal temperatur mengambarkan terjadinya penurunan suhu bersamaan dengan bertambahnya kedalaman pengukuran.

Temperatur rata-rata sekitar 29,66 derajat Celcius di permukaan laut merupakan bagian dari lapisan mixed layer sampai kedalaman 100 meter.

Lapisan massa air terhadap temperatur terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan permukaan tercampur (mixed layer), lapisan termoklin (thermocline layer) dan lapisan dalam (deep water).

Pada lapisan mixed layer suhu relatif sama. Kedalaman lapisan mixed layer berbeda-beda pada tiap stasiun pengukuran. Kisaran temperatur pada lapisan mixed layer berkisar antara 28,96 – 29,66 derajat Celcius.

Di bawah lapisan mixed layer, terdapat lapisan termoklin. Pada lapisan ini temperatur mengalami penurunan secara drastis bersamaan dengan bertambahnya kedalaman pengukuran.

Ketebalan lapisan termoklin pada masing-masing stasiun pengukuran relatif sama, yaitu sekitar 250 meter dari kedalaman 150 meter hingga pada kedalaman sekitar 400 meter. Dengan kisaran temperatur rata-rata 5 derajat Celcius pada kedalaman 800 meter.

Di bawah kedalaman 450 meter, terjadi penurunan suhu yang relatif lambat. Lapisan ini ditandai dengan bentuk profil temperatur hampir tegak yang disebut sebagai lapisan homogen. Temperatur lapisan homogen berkisar antara 4,80 – 8,17 derajat Celcius.

Dengan hasil ini, P3GL Badan Litbang ESDM bersama Saga University, Jepang akan mengembangkan pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Ocean Thermal Energy Conversion (PLT OTEC) dengan kapasitas 5 MW di perairan Bali Utara.

Selain pembangkit listrik, teknologi OTEC dapat menghasilkan produk lithium, hidrogen, air mineral, pengembangan akuakultur dan portable water.*

Exit mobile version