Selasa, Maret 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hidrogeologi Indonesia, 60 Persen Kebutuhan Dari Air Tanah

redaksi
24 Juni 2020
Kategori : Berita
0
Perubahan Iklim Berdampak pada Naiknya Muka Air Laut, Banjir dan Konflik Air

Ilustrasi air. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian – Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Lambok M. Hutasoit, PhD, mengatakan, secara umum kebutuhan air di Indonesia sebanyak 60 persen diambil dari air tanah. Sisanya diambil dari air permukaan.

Seperti di daerah Bandung, jika dilihat dari peta geologinya, terbagi pada beberapa formasi akuifer (lapisan air) utama. Misalnya, formasi Cibereum.

Dilansir Itb.ac.id, Rabu (24/6), menurut Lambok, pada daerah Cisarua juga terdapat banyak akuifer, sedangkan pada daerah Kosambi berperan sebagai akuitar tetapi juga bisa menjadi akuifer dalam jumlah yang sedikit.

Prof Lambok berperan dalam penelitian penurunan air tanah di daerah Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam penelitian tersebut, dilakukan simulasi menggunakan numerik sistem grid dengan membuat beberapa skenario pengambilan air tanah pada 2013.

Sementara itu, mengenai kemungkinan terjadinya air payau di suatu daerah, menurut Lambok, jangan terlalu cepat mengatakan air asin itu air laut. Pikirkan dahulu, bisa jadi itu ada mekanisme lain.

Sebagai contoh, air payau yang terdapat di daerah Gedebage, satu kecamatan di Kota Bandung.

Menurut Lambok, berdasarkan pengeboran yang dilakukan pada kedalaman 200 meter, terdapat kandungan klorin (Cl) sebesar 1163 mg/L yang mengindikasikan air payau. Dari data tersebut kemudian menghasilkan hipotesis terbentuknya air payau di daerah Bandung karena air geothermal yang berasal dari Wayang Windu mengalir ke Gedebage.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AirITBKualitas Air
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Petisi Bebaskan Lummi, Paus Pembunuh yang Ditawan di Miami Seaquarium

Next Post

Kemenhub Luncurkan Aplikasi Giri Indera Samudera

Postingan Terkait

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

117 Titik Lokasi Pemantauan Hilal di Indonesia, Gorontalo di Pantai Hiu Paus Bone Bolango

17 Maret 2026
Informasi Hilal Sebagai Penentu Awal Bulan Syawal 1441 H

Awal Syawal Menunggu Hasil Rukyatul Hilal dan Dibahas Dalam Sidang Isbat

17 Maret 2026

49 Peserta Pendidikan Profesi Ners UNG Peroleh Sertifikat Kementerian Kesehatan

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Next Post
Kemenhub Luncurkan Aplikasi Giri Indera Samudera

Kemenhub Luncurkan Aplikasi Giri Indera Samudera

Komentar tentang post

TERBARU

117 Titik Lokasi Pemantauan Hilal di Indonesia, Gorontalo di Pantai Hiu Paus Bone Bolango

Awal Syawal Menunggu Hasil Rukyatul Hilal dan Dibahas Dalam Sidang Isbat

49 Peserta Pendidikan Profesi Ners UNG Peroleh Sertifikat Kementerian Kesehatan

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Mawar Berada di Timur Taiwan

Provinsi Gorontalo yang Mencemaskan

Kawasan Timur Indonesia Kaya Sumber Daya Ikan

Hiu Paus Mati Terdampar di Manokwari

Sejarah Bunaken

Spesies Baru, Peneliti Singapura dan Jepang Identifikasi Kepiting Xanthid yang Unik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.