Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

redaksi
18 Agustus 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Spons kaca Monorhaphis chuni yang dideskripsikan oleh Franz Eilhard Schulze (1904) dari Institut Zoologi University of Rostock. FOTO: Müller (2007) – Jurnal Cell and Tissue Research

Darilaut – Ketika Jerman melakukan Ekspedisi Laut Dalam pada 1898-1899, salah satu spesimen yang berhasil diperoleh adalah spons kaca.

Berdasarkan hasil penelitian, bunga karang kaca ini dapat hidup 11 ribu tahun.

Spesimen yang diperoleh melalui ekspedisi Valdivia tersebut kemudian diidentifikasi tahun 1904. Ukurannya 45 cm.

Hewan itu terdiri dari basal spikula raksasa. Spesies dengan nama ilmiah Monorhaphis chuni ini pertama kali dideskripsikan oleh Franz Eilhard Schulze dari Institut Zoologi University of Rostock.

Filum Porifera (spons) dibagi menjadi tiga kelas, yaitu, Hexactinellida, Demospongiae dan Calcarea. Dua taksa pertama terdiri dari individu dengan kerangka silika yang terdiri dari spikula, dan anggota takson yang berkapur (kalsium karbonat) dalam elemen rangka.

Menurut Müller, dkk (2007) dalam jurnal Cell and Tissue Research, spons Monorhaphis chuni (Hexactinellida) mengandung silika yang mensintesis struktur biosilika terbesar di bumi.

Pemindaian mikroskop elektron menunjukkan bahwa spikula ini terdiri dari konsentris lamela (lapisan tipis). Terdapat 400 dan 600 lapisan tipis yang telah dihitung dalam satu spikula basal raksasa. Sebuah kanal aksial dengan diameter 2 m terletak di tengah spikula.

Spikula –yang berbentuk seperti jarum atau duri dan mengandung kalsium atau silikon — menampung filamen dan dikelilingi oleh silinder aksial homogen yang padat elektron silika.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: keanekaragaman hayatiSpons KacaSpons Laut
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Monorhaphis chuni, Hewan Purba yang Hidup 11 Ribu Tahun

Next Post

Mengenal Hewan Langka Spons Kaca

Postingan Terkait

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

5 September 2026
Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

4 September 2026

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

Next Post
Mengenal Hewan Langka Spons Kaca

Mengenal Hewan Langka Spons Kaca

Komentar tentang post

TERBARU

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

AmsiNews

REKOMENDASI

Bayi Dugong Terdampar di Polewali Mandar

Mengenal Protokol Nagoya

502 Sekolah Rusak Berat Akibat Gempa M 7,7 di Laut Flores NTT

Hari Ini Universitas Negeri Gorontalo Menggelar Kampus Merdeka Fair 2023

Masuk Jaring Nike, Nelayan Lepas Pari Manta dan Hiu Paus

Kondisi Sumber Gempa dan Tsunami di Indonesia Beragam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.