Jumat, Juni 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

redaksi
18 Agustus 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Spons kaca Monorhaphis chuni yang dideskripsikan oleh Franz Eilhard Schulze (1904) dari Institut Zoologi University of Rostock. FOTO: Müller (2007) – Jurnal Cell and Tissue Research

Darilaut – Ketika Jerman melakukan Ekspedisi Laut Dalam pada 1898-1899, salah satu spesimen yang berhasil diperoleh adalah spons kaca.

Berdasarkan hasil penelitian, bunga karang kaca ini dapat hidup 11 ribu tahun.

Spesimen yang diperoleh melalui ekspedisi Valdivia tersebut kemudian diidentifikasi tahun 1904. Ukurannya 45 cm.

Hewan itu terdiri dari basal spikula raksasa. Spesies dengan nama ilmiah Monorhaphis chuni ini pertama kali dideskripsikan oleh Franz Eilhard Schulze dari Institut Zoologi University of Rostock.

Filum Porifera (spons) dibagi menjadi tiga kelas, yaitu, Hexactinellida, Demospongiae dan Calcarea. Dua taksa pertama terdiri dari individu dengan kerangka silika yang terdiri dari spikula, dan anggota takson yang berkapur (kalsium karbonat) dalam elemen rangka.

Menurut Müller, dkk (2007) dalam jurnal Cell and Tissue Research, spons Monorhaphis chuni (Hexactinellida) mengandung silika yang mensintesis struktur biosilika terbesar di bumi.

Pemindaian mikroskop elektron menunjukkan bahwa spikula ini terdiri dari konsentris lamela (lapisan tipis). Terdapat 400 dan 600 lapisan tipis yang telah dihitung dalam satu spikula basal raksasa. Sebuah kanal aksial dengan diameter 2 m terletak di tengah spikula.

Spikula –yang berbentuk seperti jarum atau duri dan mengandung kalsium atau silikon — menampung filamen dan dikelilingi oleh silinder aksial homogen yang padat elektron silika.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: keanekaragaman hayatiSpons KacaSpons Laut
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Monorhaphis chuni, Hewan Purba yang Hidup 11 Ribu Tahun

Next Post

Mengenal Hewan Langka Spons Kaca

Postingan Terkait

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

5 Juni 2026
Prediksi BMKG untuk Kondisi Iklim Indonesia Tahun 2026

Cuaca Ekstrem Belum Menurun di Wilayah Indonesia

5 Juni 2026

Mahasiswa KKN UNG Olah Sabut Kelapa untuk Pelestarian Lingkungan

PBB Mendesak Keselamatan Bagi Pembela Lingkungan

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

Next Post
Mengenal Hewan Langka Spons Kaca

Mengenal Hewan Langka Spons Kaca

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Cuaca Ekstrem Belum Menurun di Wilayah Indonesia

Mahasiswa KKN UNG Olah Sabut Kelapa untuk Pelestarian Lingkungan

PBB Mendesak Keselamatan Bagi Pembela Lingkungan

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

AmsiNews

REKOMENDASI

Hikayat Me’eraji, Kitab Lantunan Aksara Arab yang Dibaca Dengan Bahasa Gorontalo

Bibit 96S di Selatan NTT Berpeluang Tinggi Menjadi Siklon Tropis

Ketika Mendarat di Pulau Ishigaki Topan Muifa “Melemah”

10 Tewas Karena Tanah Longsor di Natuna

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

ABK Indonesia di kapal China, Tidur Hanya 3 Jam, Makan Umpan Ikan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.