Hutan Mangrove Kelurahan Mangunharjo Paling Luas di Kota Semarang

Nelayan di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Ekosistem mangrove yang sehat mendukung produktivitas perikanan. FOTO: NUGROHO ARIF PRABOWO/YKAN

Darilaut – Kerja keras masyarakat Kelurahan Mangunharjo, Kota Semarang, dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove dan pengelolaan pesisir terpadu telah membuahkan hasil.

Kawasan hutan mangrove di wilayah Kelurahan Mangunharjo kini menjadi paling luas, serta paling bagus kondisinya. Hal ini jika dibandingkan dengan kawasan hutan mangrove lainnya di Kota Semarang.

Luas mangrove di Kelurahan Mangunharjo saat ini mencapai 62,83 hektare, sedangkan total luas mangrove di Kota Semarang adalah 268,76 hektare.

Padahal, pada 1997 lalu, tingkat abrasi di wilayah Kelurahan Mangunharjo sangat tinggi. Kerusakan wilayah pesisir yang disebabkan oleh abrasi mencapai 150 hektare, bahkan merambah sepanjang 3,5 kilometer ke arah pemukiman warga.

Tindakan mitigasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat adalah dengan melakukan penanaman mangrove di sekitar bibir pantai. Penanaman mangrove tersebut dapat mencegah abrasi karena mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah pesisir, sehingga dapat menjadi perlindungan pengikisan tanah akibat air.

Direktur Program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) Muhammad Imran Amin mengatakan, penanaman mangrove menjadi upaya penting yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologi hutan mangrove, tetapi bukanlah satu-satunya faktor.

Dibutuhkan pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu yang memperhatikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi untuk mengembalikan fungsi hutan mangrove secara alami, sekaligus meningkatkan penghidupan masyarakat setempat.

Program MERA merupakan platfom nasional multi pemangku kepentingan, yang digagas Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama para mitra.

Program ini untuk mencapai tujuan menyeluruh selama 5 tahun dalam mengurangi kerentanan masyarakat pesisir, menjaga sumber daya dan aset alam, serta dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan berbasis kajian ilmiah.

YKAN bersama masyarakat Kelurahan Mangunharjo telah mengidentifikasi sektor ekonomi unggulan yang mendukung upaya pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang berkelanjutan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dari hasil identifikasi yang menggunakan pendekatan partisipatif Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan (SIGAP), diketahui bahwa kerupuk udang, batik mangrove, dan budidaya tambak merupakan produk unggulan dan potensial bagi masyarakat Kelurahan Mangunharjo.*

Exit mobile version