Ikan-ikan Hias Endemik yang Jadi Gambar Prangko

Empat ikan hias endemik Indonesia. FOTO: KKP

Darilaut – Indonesia memiliki sedikitnya 650 spesies ikan hias. Dari ratusan ikan hias tersebut, terdapat sejumlah spesies endemik (asli) dengan kekhasan dan keunikannya.

Ikan hias endemik tersebut telah dijadikan gambar prangko dan diterbitkan PT Pos Indonesia (Persero). Peluncuran Prangko Seri Ikan Hias Endemik Indonesia berlangsung Kamis (2/12) hasil kolaborasi PT Pos Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Ada empat ikan hias endemik yang menjadi gambar prangko.

Ikan Cupang Alam

Ikan cupang alam (Betta imbellis) merupakan ikan yang agresif bila bertemu sesama pejantan dan akan bertarung sampai salah-satunya kalah/mati. Ikan ini bertubuh pipih, serta sirip ventral, anal dan ekornya memanjang pada ikan jantan.

Ikan ini berwarna khas campuran hijau sampai kebiruan dan gemerlap (iridescent) jika terkena cahaya.

Betta imbellis hidup di rawa-rawa banjiran dan perairan yang tergenang (stagnan). Ikan ini mempunyai alat nafas tambahan berupa labirin sehingga mampu hidup di kondisi oksigen yang minim (hipoksia).

Ikan Cupang Kepala Ular

Ikan cupang kepala ular (Betta channoides) memiliki warna coklat sampai coklat kemerahan dengan ceplok warna hitam di tutup insang, sirip ventral, anal dan ekor serta bagian terluar terdapat strip berwarna putih.

Bagian kepala Betta channoides mirip dengan ikan gabus, sehingga disebut snakehead betta. Ikan ini mengerami telurnya di mulut sampai menetas. Habitatnya berada di anak-anak Sungai Mahakam yang berair hitam di sekitar daerah Pampang, Kalimantan Timur.

Betta channoides merupakan ikan endemik daerah tersebut dan saat ini statusnya terancam punah (EN, IUCN Red List, 2020). Ikan ini bernilai ekonomis penting sebagai ikan hias dan berharga tinggi.

Ikan Capungan Banggai

Ikan capungan banggai (Pterapogon kaudemi) merupakan ikan endemik Indonesia yang mendiami perairan sekitar Banggai Kepulauan. Statusnya Perlindungan Terbatas (KKP, 2018) dan hanya boleh ditangkap di luar musim pemijahannya, yaitu selain bulan Februari, Maret, Oktober, dan November.

Ikan ini bermata dan bermulut besar, bergaris hitam di samping tubuhnya yang berwarna tipis keunguan dengan totol-totol putih keunguan disekitar siripnya. Capungan banggai hidup bersimbiosis dengan bulu babi, dan juga kadang dengan anemon sebagai perlindungan dari pemangsa.

Ikan Ringau

Ikan ringau atau tiger fish (Datnioides microlepis) merupakan ikan endemik di Asia Tenggara, meliputi Indonesia (Sumatra dan Kalimantan) dan Malaysia. Habitatnya di sungai terutama bagian hulu dan terkadang masuk ke rawa banjiran dan danau.

Ikan ini memiliki tubuh pipih dan meninggi pada punggungnya, berwarna kuning keemasan sampai coklat tua dan mempunyai garis-garis hitam (banded) sebanyak 3-5 buah. Ikan ringau termasuk predator kelas atas yang menyergap mangsanya, seperti ikan, udang dan serangga air.

Exit mobile version