Sabtu, Januari 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ikan Sidat, Bernilai Ekonomi Tinggi, Pasokan Terbatas

redaksi
26 Agustus 2019
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi
0
Ikan Sidat, Bernilai Ekonomi Tinggi, Pasokan Terbatas

Ikan Sidat. FOTO: BPSPL PADANG

Jakarta – Ikan sidat (Anguilla sp.) bernilai ekonomi tinggi karena banyak permintaan untuk ekspor. Padahal, pasokannya sangat terbatas. Tak heran harganya pun menjadi mahal.

Memang di Indonesia, ikan sidat bukan komoditas yang umum dikonsumsi oleh masyarakat. Popularitasnya kalah dari komoditas-komoditas lainnya yang jauh lebih umum dikonsumsi.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M Zulficar Mochtar mengatakan, negara yang dikenal memiliki konsumsi ikan sidat yang tinggi adalah Asia Timur, seperti Korea, Jepang, Taiwan dan Tiongkok.

“Permintaan sidat dari negara-negara ini terus mengalami peningkatan,” ujar Zulficar, Senin (26/8).

Untuk benih sidat saja memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Harga glass eel ditingkat nelayan mencapai Rp 1,8 juta per kilogram. Penangkapan ini hanya dengan menggunakan alat anco dengan perahu tanpa motor dan motor tempel.

Dari sisi pasokan, hingga saat ini ikan sidat masih merupakan usaha penangkapan dari perairan umum. Benih ikan sidat ditangkap dari alam dan dapat dilakukan pembesaran.

“Jenis sidat sampai saat ini memang masih belum dibudidayakan pada tingkat hatchery, sehingga benihnya sangat tergantung dari penangkapan di alam,” kata Zulficar.

Tidak mengherankan apabila tekanan terhadap pemanfaatan sumber daya perikanan dan habitat sidat semakin tinggi. Sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan atau stok alami di perairan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: DJPTKKPPerikanan budidayaPerikanan TangkapSidat
Bagikan31Tweet15KirimKirim
Previous Post

Tim SAR Gabungan Masih Mencari 9 Warga Gorontalo Korban KLM Garuda Jaya

Next Post

Hasil Tangkapan Benih Sidat di Cilacap dan Kebumen Meningkat

Postingan Terkait

PBB Menyoroti 11 Tahun Berturut Rentetan Pemanasan Global

PBB Menyoroti 11 Tahun Berturut Rentetan Pemanasan Global

17 Januari 2026
BRIN Dorong Kapal Listrik Ramah Lingkungan Tenaga Surya

UNDP: Kapal Listrik Tenaga Surya Solusi Bagi Nelayan Kecil

17 Januari 2026

Bibit Siklon Tropis 96S Bawa Gelombang Laut di Selatan Jawa

Berkah Laut Panen Gurita Berat Hampir Setengah Ton di Torosiaje Teluk Tomini

Ini Logo Dies Natalis ke-33 Universitas Negeri Gorontalo

Bibit Siklon Tropis 97S Berkembang di wilayah Top End Australia, Berdampak Hujan dan Gelombang Tinggi di Indonesia

Badai Tropis Nokaen Dapat Berdampak Hujan di Gorontalo dan Gelombang Tinggi di Talaud

BRIN Dorong Kapal Listrik Ramah Lingkungan Tenaga Surya

Next Post
Hasil Tangkapan Benih Sidat di Cilacap dan Kebumen Meningkat

Hasil Tangkapan Benih Sidat di Cilacap dan Kebumen Meningkat

Komentar tentang post

TERBARU

PBB Menyoroti 11 Tahun Berturut Rentetan Pemanasan Global

UNDP: Kapal Listrik Tenaga Surya Solusi Bagi Nelayan Kecil

Bibit Siklon Tropis 96S Bawa Gelombang Laut di Selatan Jawa

Berkah Laut Panen Gurita Berat Hampir Setengah Ton di Torosiaje Teluk Tomini

Ini Logo Dies Natalis ke-33 Universitas Negeri Gorontalo

Bibit Siklon Tropis 97S Berkembang di wilayah Top End Australia, Berdampak Hujan dan Gelombang Tinggi di Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Ladang Pertiwi 02 Mati Mesin dan Tenggelam di Selat Makassar

Cara Kuda Laut Melangsungkan Perkawinan (2)

Wahyu Dhyatmika Lantik AMSI Wilayah Tanah Papua

Perhubungan Laut Lakukan Efisiensi Trayek Kapal Perintis

Kepingan Komet Halley Memicu Hujan Meteor, Dapat Disaksikan Mei dan Oktober

Temuan BPPT Terkait Pascagempa Mamuju

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.