Minggu, September 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ilmuwan MIT Petakan Zona Mati Terbesar di Samudera Pasifik

redaksi
30 Januari 2022
Kategori : Berita
0
Ilmuwan MIT  Petakan Zona Mati Terbesar di Samudera Pasifik

Intensitas zona yang kekurangan oksigen di seluruh Samudra Pasifik bagian timur. Jarek Kwiecinski dan Andrew Babbin/MIT

Darilaut – Dua ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) belum lama ini berhasil membuat atlas paling rinci di wilayah samudera Pasifik. Atlas resolusi tinggi tersebut dijelaskan di jurnal Global Biogeochemical Cycles.

Ketika memikirkan Samudera Pasifik tropis, Anda mungkin membayangkan ikan berwarna-warni yang merayap di antara puncak karang, atau penyu besar yang berenang di bawah sinar matahari.

Tapi di Samudera Pasifik ada dua zona misterius di mana kehidupan tidak bisa bertahan. Hal ini karena ada dua zona kekurangan oksigen (ODZ) terbesar di dunia. Berarti ini adalah zona larangan untuk sebagian besar organisme aerobik (yang bergantung pada oksigen).

Tim mengungkap fakta baru terpenting tentang proses zona tersebut. Mengutip EcoWatch, Andrew Babbin salah satu pengembang atlas mengatakan kami mempelajari seberapa besar kedua zona di Pasifik ini, mengurangi ketidakpastian dalam pengukuran, tingkat horizontal, seberapa banyak dan di mana zona ini berventilasi oleh air beroksigen, dan banyak lagi.

Ilmuwan tersebut mampu memvisualisasikan dalam resolusi tinggi zona oksigen rendah dan ini merupakan langkah pertama yang diperlukan untuk sepenuhnya memahami proses dan fenomena yang mengarah pada kemunculannya.

Zona kekurangan oksigen juga dapat disebut sebagai zona hipoksia atau zona mati, seperti yang dijelaskan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Samudera Pasifik
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Ekspor Mutiara Laut NTB Paling Banyak ke Australia

Next Post

Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang

Postingan Terkait

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

20 September 2026
Maladewa Beradaptasi dan Menyelaraskan Data Iklim Menjadi Tindakan Nyata

Maladewa Beradaptasi dan Menyelaraskan Data Iklim Menjadi Tindakan Nyata

20 September 2026

BRIN Kaji Pergerakan Hanyut 8 Orang Termasuk 5 Jurnalis di Selat Sunda

Gempa Bumi Darat Kedalaman 5 km Guncang Toli-Toli Sulawesi Tengah

Prosesi Wisuda ke-63 UNG Kukuhkan 700 Lulusan Terbaik

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Next Post
Ikan Matahari, Spesies Endemik Halmahera

Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang

Komentar tentang post

TERBARU

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

Maladewa Beradaptasi dan Menyelaraskan Data Iklim Menjadi Tindakan Nyata

BRIN Kaji Pergerakan Hanyut 8 Orang Termasuk 5 Jurnalis di Selat Sunda

Gempa Bumi Darat Kedalaman 5 km Guncang Toli-Toli Sulawesi Tengah

Prosesi Wisuda ke-63 UNG Kukuhkan 700 Lulusan Terbaik

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

AmsiNews

REKOMENDASI

Bencana yang Berhubungan dengan Air Meningkat

Bibit Siklon Tropis 99W Menginduksi Terbentuknya Angin Permukaan

Perempuan Berisiko Terkena Dampak Wabah Ebola

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Tetap Ada

Topan Haikui Menyebabkan 87 Ribu Rumah Tanpa Aliran Listrik di Taiwan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.