Selasa, Agustus 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ilmuwan MIT Petakan Zona Mati Terbesar di Samudera Pasifik

redaksi
30 Januari 2022
Kategori : Berita
0
Ilmuwan MIT  Petakan Zona Mati Terbesar di Samudera Pasifik

Intensitas zona yang kekurangan oksigen di seluruh Samudra Pasifik bagian timur. Jarek Kwiecinski dan Andrew Babbin/MIT

Darilaut – Dua ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) belum lama ini berhasil membuat atlas paling rinci di wilayah samudera Pasifik. Atlas resolusi tinggi tersebut dijelaskan di jurnal Global Biogeochemical Cycles.

Ketika memikirkan Samudera Pasifik tropis, Anda mungkin membayangkan ikan berwarna-warni yang merayap di antara puncak karang, atau penyu besar yang berenang di bawah sinar matahari.

Tapi di Samudera Pasifik ada dua zona misterius di mana kehidupan tidak bisa bertahan. Hal ini karena ada dua zona kekurangan oksigen (ODZ) terbesar di dunia. Berarti ini adalah zona larangan untuk sebagian besar organisme aerobik (yang bergantung pada oksigen).

Tim mengungkap fakta baru terpenting tentang proses zona tersebut. Mengutip EcoWatch, Andrew Babbin salah satu pengembang atlas mengatakan kami mempelajari seberapa besar kedua zona di Pasifik ini, mengurangi ketidakpastian dalam pengukuran, tingkat horizontal, seberapa banyak dan di mana zona ini berventilasi oleh air beroksigen, dan banyak lagi.

Ilmuwan tersebut mampu memvisualisasikan dalam resolusi tinggi zona oksigen rendah dan ini merupakan langkah pertama yang diperlukan untuk sepenuhnya memahami proses dan fenomena yang mengarah pada kemunculannya.

Zona kekurangan oksigen juga dapat disebut sebagai zona hipoksia atau zona mati, seperti yang dijelaskan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Samudera Pasifik
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Ekspor Mutiara Laut NTB Paling Banyak ke Australia

Next Post

Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang

Postingan Terkait

Topan Super Dolphin Menuju Kepulauan Okinawa dan Laut Cina Timur

Super Typhoon Dolphin Heads Toward the Okinawa Islands and the East China Sea

3 Agustus 2026
Topan Super Dolphin Menuju Kepulauan Okinawa dan Laut Cina Timur

Topan Super Dolphin Menuju Kepulauan Okinawa dan Laut Cina Timur

3 Agustus 2026

Aquatic Science UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings 2026

El Niño Tidak Menyerang Semua Tempat dengan Cara yang Sama

Peta Prakiraan Musiman Global Agustus – Oktober

Penjelasan Dampak Global El Niño

El Niño Sudah Ada di Rumah Kita, Agustus-Oktober 2026 Akan Menguat, Suhu di Atas Normal

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

Next Post
Ikan Matahari, Spesies Endemik Halmahera

Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang

Komentar tentang post

TERBARU

Super Typhoon Dolphin Heads Toward the Okinawa Islands and the East China Sea

Topan Super Dolphin Menuju Kepulauan Okinawa dan Laut Cina Timur

Aquatic Science UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings 2026

El Niño Tidak Menyerang Semua Tempat dengan Cara yang Sama

Peta Prakiraan Musiman Global Agustus – Oktober

Penjelasan Dampak Global El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Pilot Penerbangan Jadi Tersangka Penyelundupan Burung Dilindungi

Gempa Mentawai, 2.326 Mengungsi dan Sejumlah Bangunan Mengalami Kerusakan

Krakatau dan Pandangan Masyarakat Sebesi

“Neneng” Kian Intensif, Menjadi Badai Tropis Parah di Selat Luzon

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

Bagaimana Cara Virus Corona Menyerang Tubuh Manusia? Ini Penjelasan Ahli

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.