Rabu, Desember 17, 2025
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Implementasi Kebijakan Kelautan Indonesia Masih Lemah

redaksi
20 Juni 2018
Kategori : Berita
0
Implementasi Kebijakan Kelautan Indonesia Masih Lemah

Sejak 2013 hingga sekarang ini, jumlah nelayan di Indonesia terus menurun. FOTO: DARILAUT.ID

Memasuki tahun terakhir pemerintahan Jokowi-JK, pelaksanaan pembangunan kelautan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 16/2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI) dirasakan masih sangat lemah. Perpres yang diharapkan menjadi panduan umum kementerian dan lembaga dalam merumuskan program kelautan belum sepenuhnya diacu. Akibatnya adalah kesenjangan dan konflik pembangunan antar sektor masih sulit diatasi, alokasi dan kerangka pendanaan yang tidak sinkron dengan kerangka program kelautan serta keterlambatan eksekusi program prioritas sebagaimana diamanahkan oleh Perpres.

Peneliti Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia, Widya Savitri mengatakan bahwa lemahnya implementasi Perpres KKI karena koordinasi antar sektor dilingkup Kementerian Kemaritiman yang tidak berjalan dengan baik. “Dalam berbagai kesempatan terdapat perbedaan pendapat antara Menko Maritim dan Menteri Kelautan dalam hal garam, industrialisasi perikanan dan penegakan hukum bagi kapal pencuri ikan” kata Widya.

Hal ini menunjukan bahwa kementerian dalam lingkup koordinasi kementerian kemaritiman memiliki tafsir yang berbeda tentang pelaksanaan Perpres KKI.

Selain itu, hambatan regulasi mengakibatkan tumpang tindih kewenangan pengelolaan sumberdaya laut oleh berbagai instansi pemerintah belum dapat diselesaikan hingga saat ini. “PP tentang Tata Ruang Laut Nasional dan PP tentang Izin Lokasi dan Izin Pengelolaan Pesisir belum definitive ditetapkan oleh pemerintah” kata Widya.

Hal ini menyebabkan ketidakpastian aturan investasi di pesisir serta kesemrawutan pemanfatan badan dan dasar laut oleh aktivitas pembangunan. Padahal upaya menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim dunia membutuhkan pijakan regulasi pembangunan yang kuat terutama untuk menjaga sumberdaya di pesisir dan laut lepas.

Sementara itu, Koordinator Nasional DFW-Indonesia mengatakan bahwa memasuki tahun 2019, pelaksanaan Perpres KKI akan semakin berat sebab fokus pemerintah lebih pada penanangan masalah sosial dan stabilitas politik. Rencana Kerja Pemerintah 2019 jauh meninggalkan napas Perpres KKI yang dapat dilihat dari rancangan program pemerintah dan rencana alokasi angggaran pada sektor kelautan. “Tidak ada konektivitas antara Perpres 16/2017 tentang KKI dan semangat penyusunan Rencana Kerja Pemerintah 2019 sehingga kesenjangan program dan pendanaan pembangunan kelautan masih saja terjadi” kata Abdi.

Salah satu isu fundamental yang dihadapi bangsa ini adalah menurunnya jumlah nelayan dari 1,6 juta orang pada tahun 2003 menjadi tinggal 800 ribu jiwa pada tahun 2013. Pemerintah belum mempunyai skenario untuk menjaga agar profesi nelayan tidak terus berkurang. Hal ini penting mengingat potensi sumberdaya ikan yang terindikasi meningkat memerlukan sumberdaya manusia nelayan yang terampil.

Dalam sisa waktu yang tersedia, pemerintah perlu mengevaluasi pelaksanaan Perpres KKI dan menyiapkan skenario lanjutan untuk kerangka waktu 2020-2024 agar Kebijakan Kelautan Indonesia dalam fase kedua tersebut bisa lebih fokus dengan dukungan kapasitas eksekusi program yang lebih baik.

Tags: DFWNelayanPoros Maritim
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Peta Jalur Pelayaran Ekspedisi Pinisi 2018-2019

Next Post

Pemerintah Kurang Aktif Membangun Ekonomi Desa Pesisir  

Postingan Terkait

Susu Kambing Lokal Gorontalo Berpeluang Jadi Bahan Baku Industri Olahan Susu

Susu Kambing Lokal Gorontalo Berpeluang Jadi Bahan Baku Industri Olahan Susu

17 Desember 2025
Respons Bencana Nasional, FK UNG Kirim Tim Medis ke Wilayah Terdampak Banjir Aceh

Respons Bencana Nasional, FK UNG Kirim Tim Medis ke Wilayah Terdampak Banjir Aceh

17 Desember 2025

Bibit 93S di Selatan Jawa Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

Analisis BMKG Sulawesi Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Berupa Curah Hujan Tinggi

Komitmen Transparansi Berbuah Prestasi, UNG Kembali Raih Predikat Informatif 2025

UNG Asah Peran Strategis Kehumasan dan Kemitraan Lewat Workshop Tata Kelola

Konferwil II AMSI Kepri Resmi Digelar, Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih

Siklon Tropis Bakung Melemah di Samudra Hindia

Next Post
Pemerintah Kurang Aktif Membangun Ekonomi Desa Pesisir  

Pemerintah Kurang Aktif Membangun Ekonomi Desa Pesisir  

Komentar tentang post

TERBARU

Susu Kambing Lokal Gorontalo Berpeluang Jadi Bahan Baku Industri Olahan Susu

Respons Bencana Nasional, FK UNG Kirim Tim Medis ke Wilayah Terdampak Banjir Aceh

Bibit 93S di Selatan Jawa Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

Analisis BMKG Sulawesi Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Berupa Curah Hujan Tinggi

Komitmen Transparansi Berbuah Prestasi, UNG Kembali Raih Predikat Informatif 2025

UNG Asah Peran Strategis Kehumasan dan Kemitraan Lewat Workshop Tata Kelola

AmsiNews

REKOMENDASI

29 Kawasan Wisata Konservasi Dibuka di Tengah Pandemi Covid-19

Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia

Foto: Minyak Sawit Tumpah di Laut

Ini 101 Lokasi Pemantauan Hilal di Seluruh Indonesia

Mendekati Okinawa Badai Tropis Mawar Membawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Bersih Laut dan Pantai di 260 Pelabuhan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.