Jumat, Mei 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Indonesia Negara Paling Berisiko Terkena Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

redaksi
27 Desember 2024
Kategori : Berita
0
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

Pelabuhan Wani di Sulawesi Tengah, setelah terjadi gempabumi dan tsunami 28 September 2018. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dari 193 negara di dunia, Indonesia tercatat sebagai negara kedua yang paling berisiko terkena bencana gempa bumi dan tsunami. 

Hal ini berdasarkan laporan World Risk Report 2023 yang dirilis Bündnis Entwicklung Hilft dan IFHV of the Ruhr-University Bochum.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan kerawanan ini disebabkan karena Indonesia terletak di antara lempeng tektonik dunia yaitu lempeng Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia yang mampu memicu gempa bumi dan tsunami.

Kejadian gempa bumi dan tsunami Aceh pada 2004 silam yang menelan korban jiwa hingga ratusan ribu jiwa menjadi pijakan bagaimana sistem peringatan dini harus dibangun.

Menurut Dwikorita, pascatsunami Aceh 2004 pemerintah Indonesia membangun sistem peringatan dini tsunami dan diresmikan pada tahun 2008.

Sejak saat itu, sistem ini berperan penting dalam mengurangi risiko tsunami. Namun, “beberapa kejadian seperti tsunami Palu 2018 mengungkap perlunya mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat,” kata Dwikorita, pada Kamis (26/12).

Untuk mengatasi tantangan ini, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Standarisasi Nasional (BSN), Universitas Gajah Mada (UGM) dan pakar terkait telah mengusulkan satu standar yaitu Guidelines for the implementation of a community-based early warning system for tsunamis, ISO 22328-3 dan sudah ditetapkan sebagai standar internasional.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BMKGGempa BumiPeringatan TsunamitsunamiTsunami Palu
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Longsor Menewaskan 3 Orang di Tarakan, Banjir Menerjang Sejumlah Wilayah di Indonesia

Next Post

Kisah Sukses Konservasi Berkelanjutan di Taman Nasional Shennongjia Tiongkok

Postingan Terkait

Badai tropis Toraji Terbentuk di Laut Filipina

Badai Tropis Hagupit Berada di Utara Papua

8 Mei 2026
Krisis Iklim: Bumi Memanas

Krisis Iklim: Bumi Memanas

8 Mei 2026

Grafik Krisis Iklim: Gas Rumah Kaca

UNG Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Berprestasi Tanpa Terbebani Biaya Kuliah

Badai Tropis Hagupit Terletak di Selatan Guam

Bahasa Gorontalo Mulai Tersingkir, Dosen UNG Giatkan Penyelamatan Dari Ancaman Kepunahan

Era Baru yang Berbahaya Bagi Jurnalis

Potensi Hujan di Bulan Mei

Next Post
Kisah Sukses Konservasi Berkelanjutan di Taman Nasional Shennongjia Tiongkok

Kisah Sukses Konservasi Berkelanjutan di Taman Nasional Shennongjia Tiongkok

TERBARU

Badai Tropis Hagupit Berada di Utara Papua

Krisis Iklim: Bumi Memanas

Grafik Krisis Iklim: Gas Rumah Kaca

UNG Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Berprestasi Tanpa Terbebani Biaya Kuliah

Badai Tropis Hagupit Terletak di Selatan Guam

Bahasa Gorontalo Mulai Tersingkir, Dosen UNG Giatkan Penyelamatan Dari Ancaman Kepunahan

AmsiNews

REKOMENDASI

5 April Batas Pendaftaran UTBK–SNBT di Universitas Negeri Gorontalo

Topan Doksuri Mendarat di Pesisir Fujian

Tantangan Dekade Kelautan Makin Besar

Tabrakan 2015, Lambung Kapal Tanker Alyarmouk Robek

Siarang Langsung Pertama Planet Mars Butuh 17 Menit Mencapai Bumi

Tahun 2025 Cina Mencatat Hujan Lebat, Suhu Panas dan Topan Lebih Banyak Dari Biasanya

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.