“Indonesia telah melangkah lebih depan melalui berbagai perencanaan dan implementasi aksi yang dapat disampaikan kepada negara lain, sekaligus memetik pembelajaran dari upaya yang diambil oleh negara lain,” ujar Tamelander.
Pertemuan teknis para pakar lingkungan hidup ini diagendakan berlangsung selama 2 hari di Bali. Selanjutnya perwakilan pemerintah dari Kamboja, Republik Rakyat Cina, Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina, Singapore, Thailand dan Vietnam akan berkumpul untuk mendiskusikan draft revisi COBSEA Regional Action Plan on Marine Litter (RAPMALI) hingga membahas pengembangan Regional Node of the Global Partnership on Marine Litter (GPML).
Selain itu, akan dibahas juga draft Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 yang berkaitan dengan pesisir dan laut.*





Komentar tentang post