Jumat, April 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ini Bahaya Peralatan Medis Mengandung Merkuri di Sektor Kesehatan

redaksi
15 Mei 2024
Kategori : Berita, Kesehatan, Sampah & Polusi
0
Ini Bahaya Peralatan Medis Mengandung Merkuri di Sektor Kesehatan

Termometer medis. FOTO: PIXABAY/UNEP

Darilaut – Selama berabad-abad merkuri (mercury) digunakan dalam layanan kesehatan. Padahal, merkuri adalah logam beracun yang menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Sejumlah negara melalui pendekatan holistik mulai menghilangkan peralatan medis yang mengandung merkuri. Upaya kerja sama ini untuk menghentikan polusi merkuri dari sektor kesehatan.

Untuk meningkatkan pengelolaan limbah merkuri dan penerapan alternatif lain, pemerintah Albania, Burkina Faso, India, Montenegro dan Uganda pada 14 Mei 2024 bersatu untuk memerangi polusi kimia, dengan meluncurkan proyek senilai $134 juta.

Peralatan medis seperti termometer dan sphygmomanometer –alat yang mengukur tekanan darah–  mengandung merkuri dan tidak berbahaya selama masih utuh.

Namun, jika perangkat ini rusak atau tidak digunakan lagi, merkuri yang dikandungnya dapat keluar ke lingkungan tempat perangkat tersebut menguap, sehingga petugas kesehatan dan pasien akan terpapar asap berbahaya.

Jika terhirup dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, ginjal, dan sistem saraf, sementara limbah yang dihasilkan dapat mencemari area sekitar tumpahan, serta air limbah fasilitas.

Kerusakan Peralatan

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) memimpin inisiatif ini dengan pendanaan dari Fasilitas Lingkungan Global (GEF) dan dilaksanakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Konvensi Minamata mengenai MerkuriLimbah MerkurimerkuriPeralatan MedisTermometer MerkuriUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

SDGs Center UNG Perkuat Peran Mahasiswa Mencapai Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Next Post

International Day of Families: Mendorong Aksi Iklim Melalui Peran Keluarga

Postingan Terkait

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

17 April 2026
1.984 Calon Mahasiswa Lolos SNBP 2026 di UNG

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

17 April 2026

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

Bibit Siklon Tropis 92S di Barat Laut Kepulauan Cocos (Keeling)

Guru Besar Universitas Atmajaya Yogyakarta: Isu Biodiversitas Belum Banyak Diangkat Media

Next Post
International Day of Families: Mendorong Aksi Iklim Melalui Peran Keluarga

International Day of Families: Mendorong Aksi Iklim Melalui Peran Keluarga

TERBARU

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Akan Menggelar Program Mengajar di Pesisir Teluk Tomini

Satgas 115 Tenggelamkan 516 Kapal

Bawa Angin Kencang dan Hujan Lebat, Siklon Tropis Gezani Berada di Tepi Pantai Selatan Mozambik

Kepolisian Daerah dan Universitas Negeri Gorontalo Mengkaji Pertambangan Batu Hitam

Sistem Peringatan Dini, BMKG Memadukan Teknologi dan Kearifan Lokal

2019, Harga Lajang di Gorontalo Rp 2 Ribu hingga 23 Ribu per Kilogram

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.