Minggu, Juli 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ini Bahaya Peralatan Medis Mengandung Merkuri di Sektor Kesehatan

redaksi
15 Mei 2024
Kategori : Berita, Kesehatan, Sampah & Polusi
0
Ini Bahaya Peralatan Medis Mengandung Merkuri di Sektor Kesehatan

Termometer medis. FOTO: PIXABAY/UNEP

Darilaut – Selama berabad-abad merkuri (mercury) digunakan dalam layanan kesehatan. Padahal, merkuri adalah logam beracun yang menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Sejumlah negara melalui pendekatan holistik mulai menghilangkan peralatan medis yang mengandung merkuri. Upaya kerja sama ini untuk menghentikan polusi merkuri dari sektor kesehatan.

Untuk meningkatkan pengelolaan limbah merkuri dan penerapan alternatif lain, pemerintah Albania, Burkina Faso, India, Montenegro dan Uganda pada 14 Mei 2024 bersatu untuk memerangi polusi kimia, dengan meluncurkan proyek senilai $134 juta.

Peralatan medis seperti termometer dan sphygmomanometer –alat yang mengukur tekanan darah–  mengandung merkuri dan tidak berbahaya selama masih utuh.

Namun, jika perangkat ini rusak atau tidak digunakan lagi, merkuri yang dikandungnya dapat keluar ke lingkungan tempat perangkat tersebut menguap, sehingga petugas kesehatan dan pasien akan terpapar asap berbahaya.

Jika terhirup dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, ginjal, dan sistem saraf, sementara limbah yang dihasilkan dapat mencemari area sekitar tumpahan, serta air limbah fasilitas.

Kerusakan Peralatan

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) memimpin inisiatif ini dengan pendanaan dari Fasilitas Lingkungan Global (GEF) dan dilaksanakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Konvensi Minamata mengenai MerkuriLimbah MerkurimerkuriPeralatan MedisTermometer MerkuriUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

SDGs Center UNG Perkuat Peran Mahasiswa Mencapai Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Next Post

International Day of Families: Mendorong Aksi Iklim Melalui Peran Keluarga

Postingan Terkait

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

19 Juli 2026
Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

19 Juli 2026

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

El Nino Telah Aktif, Kemarau Meluas di Indonesia

Sekjen PBB: AI Harus Dibentuk Seluruh Umat Manusia, Bukan Segelintir Negara

Next Post
International Day of Families: Mendorong Aksi Iklim Melalui Peran Keluarga

International Day of Families: Mendorong Aksi Iklim Melalui Peran Keluarga

TERBARU

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

AmsiNews

REKOMENDASI

Sekolah Cuaca Maritim Digelar di Kalimantan Barat

Meninggal di Kanada, Jenazah ABK Dipulangkan ke Indonesia

UNG Raih Penghargaan Treasury Award

Kapal Terbalik di Lepas Pantai Libya Laut Mediterania, 53 Orang Migran Tewas

Puntung Rokok, Sampah Terbesar di Lautan

Menteri Koperasi dan UKM Membuka IDC AMSI 2022

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.