Namun kondisi di lapangan belum bisa dikendalikan karena kunjungan wisatawan sangat membludak.
Menurut Peneliti Kelautan dan Wisata Bahari, Gusnar Lubis Ismail, kunjungan wisatawan tersebut ibarat warna warni sampah plastik yang mengapung di kawasan konservasi karena sudah tidak ada keteraturan, serta aturan berinteraksi sudah tidak dijalankan dan diindahkan lagi. (Sulis Dwi Fadjar Baeda)




