Selasa, Agustus 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Investigasi Dugaan Eksploitasi 14 ABK Indonesia di Kapal Cina Berlanjut

redaksi
8 Mei 2020
Kategori : Berita
0
Investigasi Dugaan Eksploitasi 14 ABK Indonesia di Kapal Cina Berlanjut

YOUTUBE/MBCNEWS

Praktek Perbudakan Modern Terburuk

Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo mengatakan bahwa apa yang dialami oleh awak kapal asal Indonesia ini adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

“Mereka terenggut kebebasannya, bekerja dalam kondisi tidak layak, tidak mendapatkan hak atas informasi, hingga hak yang paling dasar yaitu hak atas hidup pun terenggut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5).

Menurutnya, kerentanan pekerja migran Indonesia di sektor kelautan dan perikanan memang bukan hal baru. Hal ini dipicu oleh tidak adanya instrumen perlindungan yang memadai. “Meskipun UU No. 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia mengamanatkan adanya aturan khusus mengenai Perlindungan Pekerja Migran di Sektor Kelautan dan Perikanan, hingga saat ini aturan turunan tersebut belum terbit”.

Global Slavery Index yang dikeluarkan Walk Free tahun 2014-2016 juga menempatkan pekerja migran di sektor kelautan dan perikanan, terutama sebagai ABK di kapal pencari ikan, sebagai praktek perbudakan modern terburuk.*

Sumber: DW.COM

Halaman 5 dari 5
Sebelumnya1...45
Tags: Kementerian Luar NegeriperbudakanPerlindungan awak kapal perikanan
Bagikan24Tweet1KirimKirim
Previous Post

Sudah Bermutasi, Tipe Virus Corona di Indonesia Beda dengan Lainnya

Next Post

ABK Indonesia di kapal China, Tidur Hanya 3 Jam, Makan Umpan Ikan

Postingan Terkait

Gempa NTT, Mahasiswa KKN UMY di Manggarai Barat dan Timur Jadi Relawan Bencana

18 Unsur Nonpemerintah Berpartisipasi dan Membantu Warga Terdampak Gempa M 7,7 dan Tsunami di NTT

18 Agustus 2026
Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

18 Agustus 2026

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Tsunami Akibat Gempa NTT di Laut Flores M 7,7 Menjangkau 16 Lokasi 4 Provinsi

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Mahasiswa Baru Fakultas Sastra dan Budaya UNG Memperoleh Pemahaman Mengenai Riset dan Kolaborasi International

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

Next Post
Jenazah Awak Indonesia di Kapal Nelayan China Dibuang ke Laut

ABK Indonesia di kapal China, Tidur Hanya 3 Jam, Makan Umpan Ikan

Komentar tentang post

TERBARU

18 Unsur Nonpemerintah Berpartisipasi dan Membantu Warga Terdampak Gempa M 7,7 dan Tsunami di NTT

Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Tsunami Akibat Gempa NTT di Laut Flores M 7,7 Menjangkau 16 Lokasi 4 Provinsi

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

AmsiNews

REKOMENDASI

Di Tangkoko, Maleo Bersarang di Bukit Dekat Pantai

Satu Tewas Dalam Ledakan Kapal Tanker di Hong Kong, 3 WNI Terluka Parah

Solidaritas Untuk Palestina Dari Bawah Laut Gorontalo

Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG Kerja Sama dengan Lembaga Farmasi Angkatan Laut

Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kawal Program Kepemudaan Pemerintah Provinsi Gorontalo

Indonesia Dikepung 3 Lempeng dan Jalur Gunung Api Paling Aktif di Dunia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.