Minggu, November 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

IPCC: Perubahan Iklim Membahayakan Ekosistem Laut

redaksi
10 Maret 2022
Kategori : Berita
0
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Terumbu karang mengalami kerusakan, antara lain, karena pemutihan dan masuk kategori buruk. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Bagian kedua dari laporan penilaian keenam (AR6) IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) keluar awal Maret ini.

Laporan sebanyak 3675 halaman tersebut menggabungkan data ilmiah dalam jumlah besar. Tetapi memberikan penekanan khusus pada dampak perubahan iklim dan cara-cara bagi umat manusia untuk beradaptasi.

Mengutip Maritime-executive.com (4/3) dengan margin yang besar, lautan lebih terkena dampak perubahan iklim dibandingkan dengan ekosistem lainnya.

Ada beberapa hal yang dapat diambil dari laporan mengenai ancaman perubahan iklim yang akan segera terjadi terhadap lautan dan ekosistem laut.

Pada abad ke-21, ekosistem laut dan pesisir diproyeksikan menghadapi kondisi yang tidak terlihat selama ribuan tahun.

Dengan meningkatnya suhu, gelombang panas laut cenderung menjadi lebih sering dan parah. Akan ada peningkatan pengasaman laut dan pertumbuhan alga yang berbahaya, dengan efek negatif pada kehidupan laut.

Di sektor perikanan, komposisi hasil tangkapan dan keanekaragaman ikan akan berubah. Nelayan tidak dapat bergerak leluasa untuk melakukan diversifikasi dan memanfaatkan teknologi dalam mempertahankan panen, serta akan menghadapi tantangan eksistensial kerawanan pangan.

Secara khusus, komunitas yang bergantung pada laut, termasuk masyarakat adat, akan berisiko lebih tinggi kehilangan warisan budaya dan tradisi tradisional yang bersumber dari makanan laut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaGelombang Panas LautIPCCPemanasan LautPerubahan Iklim
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Riset dan Mitigasi Tsunami di Indonesia

Next Post

Mengenal Gelombang Panas Laut

Postingan Terkait

Satelit Sentinel-6 Ambil Alih Pengukuran Permukaan Laut Global

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

31 Oktober 2026
Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

31 Oktober 2026

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

Hujan Lebat Membayangi Kondisi Panas dan Kekeringan

Media Siber Tetap Dituntut Menjaga Akurasi Informasi di Tengah Dominasi Media Sosial dan Penggunaan AI

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Next Post
ICOES 2020, LIPI Bahas Keseimbangan Ekosistem Alam, Darat dan Laut

Mengenal Gelombang Panas Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

AmsiNews

REKOMENDASI

5 Kunci Menghasilkan Cabai Terbaik

Tersangka 32 Kontainer Kayu Ilegal Asal Papua Segera Disidangkan di Makassar

Menguak Sejarah Indonesia di Meksiko, Keterkaitan dengan Filipina Melalui Spanyol

“Yang Buntung di Natuna Utara” Memenangkan Liputan Lingkungan Berbasis Data Terbaik

Sebaran Asap Karhutla di Sebagian Wilayah Indonesia, BMKG: Jabodetabek Mulai Menjauh

Gempa Dahsyat NTT, 2.000 Warga Kabupaten Nagekeo Evakuasi Mandiri

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.