Senin, Maret 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

IPCC: Perubahan Iklim Membahayakan Ekosistem Laut

redaksi
10 Maret 2022
Kategori : Berita
0
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Terumbu karang mengalami kerusakan, antara lain, karena pemutihan dan masuk kategori buruk. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Bagian kedua dari laporan penilaian keenam (AR6) IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) keluar awal Maret ini.

Laporan sebanyak 3675 halaman tersebut menggabungkan data ilmiah dalam jumlah besar. Tetapi memberikan penekanan khusus pada dampak perubahan iklim dan cara-cara bagi umat manusia untuk beradaptasi.

Mengutip Maritime-executive.com (4/3) dengan margin yang besar, lautan lebih terkena dampak perubahan iklim dibandingkan dengan ekosistem lainnya.

Ada beberapa hal yang dapat diambil dari laporan mengenai ancaman perubahan iklim yang akan segera terjadi terhadap lautan dan ekosistem laut.

Pada abad ke-21, ekosistem laut dan pesisir diproyeksikan menghadapi kondisi yang tidak terlihat selama ribuan tahun.

Dengan meningkatnya suhu, gelombang panas laut cenderung menjadi lebih sering dan parah. Akan ada peningkatan pengasaman laut dan pertumbuhan alga yang berbahaya, dengan efek negatif pada kehidupan laut.

Di sektor perikanan, komposisi hasil tangkapan dan keanekaragaman ikan akan berubah. Nelayan tidak dapat bergerak leluasa untuk melakukan diversifikasi dan memanfaatkan teknologi dalam mempertahankan panen, serta akan menghadapi tantangan eksistensial kerawanan pangan.

Secara khusus, komunitas yang bergantung pada laut, termasuk masyarakat adat, akan berisiko lebih tinggi kehilangan warisan budaya dan tradisi tradisional yang bersumber dari makanan laut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaGelombang Panas LautIPCCPemanasan LautPerubahan Iklim
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Riset dan Mitigasi Tsunami di Indonesia

Next Post

Mengenal Gelombang Panas Laut

Postingan Terkait

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

16 Maret 2026
Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

16 Maret 2026

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

Next Post
ICOES 2020, LIPI Bahas Keseimbangan Ekosistem Alam, Darat dan Laut

Mengenal Gelombang Panas Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

AmsiNews

REKOMENDASI

Krisis Pembelajaran, UNESCO Kembangkan Happy Schools

Menhub Intensifkan PNBP di Sektor Perhubungan Laut

Organisasi Alumni Jembatan Bagi Perguruan Tinggi

Sang Pencetus Pola Ilmiah Pokok Kelautan

UNG Dirikan Pusat Studi Lingkungan Belajar dan STEM, Dukung Program Prioritas Presiden

Hilal Terlihat di Arab Saudi, Dosen UNG Ikut Memantau

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.