Minggu, Juni 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jejak Sesar Aktif di Indonesia Banyak Tertimbun Proses Sedimentasi

redaksi
30 Juli 2021
Kategori : Berita
0
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

Pelabuhan Wani di Sulawesi Tengah, setelah terjadi gempabumi dan tsunami 28 September 2018. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Profesor Riset dari Pusat Penelitian Geoteknologi (Geotek) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman Natawidjaja, mengatakan, pemetaan sesar aktif di darat tidak cukup hanya dengan metode konvensional.

Biasanya pemetaan sesar aktif konvensional hanya mengandalkan analisis lanskap tektonik aktif dari bentang alam.

Padahal, kata Danny, untuk wilayah tropis Indonesia jejak sesarnya banyak yang hilang akibat erosi atau tertimbun oleh proses sedimentasi.

“Kami sudah mengembangkan teknik pemetaan sesar aktif dengan bantuan foto udara drone, pemindaian geofisika dangkal bawah permukaan dengan teknologi georadar dan geolistrik, dan uji paritan paleoseismologi disertai uji radiometric dating,” kata Danny, saat memberikan orasi ilmiah dalam pengukuhan Profesor Riset LIPI bidang kebumian, pada Selasa (27/7).

Menurut Danny, Indonesia merupakan laboratorium alam yang luar biasa untuk riset terkait sesar aktif dan kegempaan, sekaligus tantangan besar bagi upaya mitigasi bahaya dan risiko gempa.

Danny mengingatkan sumber gempa adalah sesar yang aktif. Sesar disebut aktif apabila masih bergerak dalam kurun 125 ribu tahun terakhir/memotong lapisan Holosen/Pleistosen akhir.

Menurut Danny, hal yang nyaris mustahil diketahui adalah kapan terjadinya gempa. Tetapi beberapa hal terkait gempa bisa diperhitungkan, diprediksi, atau dipetakan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: gempabumiLIPIMitigasi BencanaSesar Aktif
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Indonesia Rawan Bencana Gempa, Sesar Aktif Minim Diteliti

Next Post

Insiden Paus Pembunuh “Menyerang” Kapal Pesiar Kembali Terjadi di Lepas Pantai Spanyol

Postingan Terkait

Gempa Sarangani di Filipina Selatan Merusak 100 Rumah dan Gedung di Sangihe dan Talaud

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

13 Juni 2026
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

13 Juni 2026

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Iklim ASEAN: Kondisi Suhu dan Curah Hujan di Daratan Asia Tenggara dan Benua Maritim

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Next Post
Insiden Paus Pembunuh “Menyerang” Kapal Pesiar Kembali Terjadi di Lepas Pantai Spanyol

Insiden Paus Pembunuh “Menyerang” Kapal Pesiar Kembali Terjadi di Lepas Pantai Spanyol

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

AmsiNews

REKOMENDASI

Mahasiswa UNG Meraih Tiga Medali Dalam Kompetisi Pekan Seni Nasional

Pekan Depan Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB di Kota Cali Kolombia

Korban Tewas Gempa Sarangani di Mindanao Meningkat Menjadi 37 Orang

Strategi dan Inovasi Riset Kelautan Indonesia

Forest Watch Indonesia dan FMIPA UNG Kerja Sama Penelitian dan Magang Mahasiswa

Membangun Budaya Sadar Bencana

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.