Kapal Ikan Berbendera Vietnam Ditangkap di Natuna Utara

TNI Angkatan Laut menangkap 2 kapal ikan asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara Kamis (15/10). FOTO: TNIAL.MIL.ID

Darilaut – KRI John Lie-358 menangkap 2 kapal ikan asing berbendera Vietnam yang sedang melakukan kegiatan illegal fishing di Perairan Landas Kontinen Indonesia, Laut Natuna Utara Kamis (15/10).

Sebelumnya, pekan lalu, Kamis (8/10), KRI John Lie-358 milik TNI Angkatan Laut juga menangkap kapal ikan berbendera Vietnam BD 93656 TS di perairan landas kontinen Indonesia.

Penangkapan dilakukan KRI John Lie-358 di Bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I saat sedang melaksanakan patroli rutin di Perairan Laut Natuna Utara.

Dalam laman Tnial.mil.id, pada 15 Oktober 2020 siang, sekitar jam 15.30 saat patroli rutin, KRI John Lie-358 mendeteksi dua kapal ikan asing. Kapal ini dicurigai sedang menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia.

Untuk memastikan hal tersebut, KRI John Lie-358 (KRI JOL-358) malaksanakan pengejaran dan berusaha untuk mendekati kedua kapal tersebut.

Selanjutnya, setelah kedua kapal tersebut berhasil dihentikan, KRI JOL 358 menerjunkan Tim VBSS (Visit Board Search and Seizure) menuju ke kapal ikan asing yang dicurigai melakukan aktivitas illegal fishing untuk penggeledahan dan mengamankan kapal yang dicurigai.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I Laksamana Pertama TNI Dato Rusman mengatakan, kedua kapal ikan asing tersebut dapat dikuasai dan digeledah untuk diamankan.

Dari hasil pemeriksaan awal diperoleh informasi bahwa kapal ikan asing ini berbendara Vietnam. Nama kapal MV Octopus 277 nomor BV 99467 TS dan didapati 16 anak buah kapal (ABK) warga negara asing.

Kemudian, kapal kedua yang diamankan adalah MV Octopus 285 nomor BV 8799 TS didapati 3 ABK warga negara asing termasuk nakhoda.

Diduga kedua kapal tersebut melakukan kegiatan penangkapan ikan secara illegal di perairan ZEE Indonesia, terangnya.

Menurut Komandan Guspurla Koarmada I, TNI Angkatan Laut secara rutin hadir untuk berpatroli penegakan hukum dan kedaulatan di perairan yurisdiksi nasional utamanya di wilayah kerja Koarmada I.

Tidak ada keraguan untuk menegakkan hukum seperti pelanggaran IUU (Illegal, Unreported, and Unregulated) Fishing dan pelanggaran wilayah yang sering terjadi.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan, dalam tiga minggu terakhir, kasus ini merupakan penagkapan ke-3 yang dilakukan oleh unsur patroli TNI AL dalam hal ini Koarmada I. Terdapat 5 kapal ikan asing yang telah diamankan saat patroli.

Walaupun ditengah pandemik Covid-19, Koarmada I terus secara rutin hadir di perairan yurisdiksi nasional. Karena ini merupakan salah satu wujud nyata pertangungjawaban jajaran Koarmada I kepada masyarakat Indonesia dalam menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan.

Menurut Panglima Koarmada I, kapal berbendera Vietnam MV Octopus 277 (BV 99467 TS) dan MV Octopus 285 (BV 8799 TS) beserta 19 ABK dikawal menuju Lanal Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

Dua kapal ikan Vietnam tersebut diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) UU No 45 tahun 2009 tentang Perikanan dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia secara ilegal.

Exit mobile version