Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

Ilustrasi gelombang air laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Terdapat beberapa karakteristik gelombang laut. Gelombang yang satu dan lainnya memiliki keunikan, seperti Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, tsunami dan gelombang pada umumnya.

Gelombang Kelvin adalah gelombang air hangat yang bergerak lambat dan relatif datar, yang membentang sepanjang ribuan mil melintasi Samudra Pasifik.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS, gelombang air hangat ini bergerak lambat dan relatif datar, yang membentang sepanjang ribuan mil melintasi Samudra Pasifik. Gelombang ini memengaruhi lapisan atas samudra di wilayah ekuator—di antara permukaan laut dan termoklin yang lebih dalam (lapisan transisi di bawah permukaan tempat suhu air menjadi lebih dingin)—pada kedalaman antara 660 hingga 3.300 kaki (sekitar 200 hingga 1.000 meter).

Gelombang Kelvin bergerak perlahan—dengan kecepatan sekitar lima hingga sepuluh mil per jam—dan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk melintasi Samudra Pasifik sebelum mencapai pesisir Amerika Selatan. Karena strukturnya yang lebar dan datar, gelombang ini tidak pecah di pantai seperti gelombang pada umumnya.

Gelombang Kelvin dapat terbentuk di sepanjang garis ekuator di Samudra Pasifik bagian barat dan bergerak dari barat ke timur sebagai respons terhadap melemahnya angin pasat akibat fenomena El Niño.

Gelombang laut pada umumnya bergerak lebih cepat dengan kecepatan rata-rata 20 mil per jam, memiliki panjang gelombang pendek antara 10 hingga 100 kaki dari puncak ke puncak, serta pecah di pesisir saat mendekati daratan.

Gelombang Rossby di laut maupun atmosfer—yang juga disebut sebagai gelombang planet—merupakan gelombang berskala sangat besar dan bergerak lambat yang terbentuk akibat rotasi Bumi.

Gelombang Rossby di laut dapat berkontribusi terhadap pasang naik dan banjir pesisir di beberapa wilayah dunia. Gelombang Rossby di atmosfer terutama terbentuk karena kondisi geografis Bumi dan dapat menghasilkan pola cuaca yang berlangsung lama.

Gelombang Tsunami terbentuk akibat peristiwa mendadak seperti gempa bumi atau tanah longsor di bawah laut, serta bergerak dengan sangat cepat, mencapai kecepatan hingga 500 mil per jam.

Exit mobile version