Kawasan Timur Indonesia Kaya Sumber Daya Ikan

Ikan dan Terumbu karang di perairan Halmahera, Maluku Utara. FOTO: GR ALLEN

Darilaut – Indonesia terletak di daerah Indo-pasifik, memiliki total garis pantai sepanjang 108.000 kilometer dan terdiri dari kurang lebih 17.504 pulau. Kondisi geografis ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan keragaman hayati baik di darat maupun di wilayah perairan.

Dilansir Oseanografi.lipi.go.id, perairan di Kawasan Timur Indonesia yang meliputi Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Bali, Kepulauan Maluku dan Papua, termasuk dalam wilayah World Coral Triangle.

Kawasan ini memiliki keanekaragaman biota laut paling tinggi di dunia. Bukan hanya karang, perairan Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya ikan yang melimpah.

“Keragaman hayati laut Indonesia sangat besar dan memiliki peran penting, terutama ikan. Terlebih ikan juga bernilai ekonomi karena memiliki kandungan gizi yang tinggi,” ujar Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Augy Syahailatua, saat Webinar dengan tema “Ikan-Ikan Laut di Kawasan Timur Indonesia” Rabu (8/7).

Augy mengatakan, webinar ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya LIPI untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya sumber daya ikan bagi manusia.

“Kita butuh pengelolaan sumber daya ikan yang baik agar sumber daya ikan ini tidak punah dari perairan Indonesia. Untuk itu, kerja sama dan bantuan dari segala pihak sangatlah diperlukan,” ujarnya.

Peneliti Oseanografi, Teguh Peristiwady, mengatakan, Museum Zoologi Bogor (MZB) yang berada di bawah pengelolaan LIPI merupakan lokasi penyimpanan spesimen ikan terbesar di Indonesia. Di museum ini terdapat lebih dari 24.000 koleksi spesimen.

Menurut Teguh, tingginya nilai keanekaragaman ikan di Kawasan Timur membuktikan bahwa Indonesia merupakan pusat keanekaragaman ikan di dunia.

“Untuk di Indo-Malaya, Indo-Australia dan Indo-Pasifik kita mendapatkan 4.000 hingga 4.238 spesies ikan, dan untuk di Kawasan Timur Indonesia saja terdapat 2.175 spesies ikan,” kata Teguh.

Peneliti Bidang Ekologi Laut LIPI, Petrus Christianus Makatipu, mengatakan, ikan merupakan biota paling dominan di ekosistem karang Indonesia, dengan luas total terumbu karang kurang lebih 51.000km2 yang menyumbang 65 persen luas total World Coral Triangle.

Menurut Petrus, jenis ikan penghuni terumbu karang memiliki warna sangat cerah dan mampu mengembangkan beberapa spesialisasi adaptasi untuk bertahan hidup di karang. Bagi ikan karang, terumbu karang merupakan tempat mencari makan, memijah, berlindung dan membesarkan anakan.

Menariknya, jenis ikan-ikan yang ditemukan di Kawasan timur Indonesia memiliki keunikan masing-masing, antara lain Wobbegongs orectolobidae atau Hiu Karpet.

Kemudian beberapa ikan hias yang bernilai tinggi seperti Paracanthurus hepatus, Pigmi seahorses, Hippocampus bargibanti, Frogfishes Antennarius sp., dan Trigger kembang Balistoides conspiculum.

“Beberapa daerah di Indonesia timur seperti di Taman Nasional Bunaken memiliki kondisi perairan yang sangat baik, sehingga umumnya memiliki jenis ikan lebih dari 300 jenis,” ujar Petrus.

Selain fenomena perubahan iklim dan pemanasan global, saat ini pengelolaan perairan Indonesia termasuk ekosistem terumbu karang dihadapkan pada tantangan kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti destructive fishing, sampah plastik, limbah, dan over fishing.

“Kita perlu menjaga ekosistem perairan dan terumbu karang Indonesia. Karena dengan pengelolaan yang baik kita dapat menjaga kekayaan biota laut Indonesia,” ujarnya.

Di Halmahera, Maluku Utara, hasil survei yang dilakukan ilmuwan kelautan GR Allen dan tim, terdapat 9 ikan karang endemik Halmahera.

Ikan endemik tersebut, masing-masing: Pseudochromis matahari, Pentapodus numberii, Ecsenius randalli, Pseudochromis ammeri, Pseudochromis jace, Pseudochromis erdmanni, Pseudochromis pylei, Pterois andover dan Hemiscyllium halmahera (Hiu berjalan).

Hasil survei ikan ditemukan sebanyak 992 spesies, yang terdiri dari 78 famili dan 289 genus di Halmahera.

Penelitian juga mencakup ikan Gobies (Gobiidae), Damselfishes (Pomacentridae), dan wrasses (Labridae) yang termasuk kelompok dominan di Halmahera.

Untuk keragaman ikan di berbagai situs penyelaman berkisar antara 83 hingga 304 spp, dengan rata-rata 212 spesies.

Hasil survei ini menemukan 6 situs teratas dalam hal keragaman, seperti di Pulau Kayoa (304 spesies), Tanjung Tawali (278 spesies), Kepulauan Widi (278 spesies). Kemudian di Tanjung Rotan (272 spesies), Pulau Sidanga (267 spesies) dan Tanjung Akehuda (260 spesies). Persentase spesies ini termasuk yang tertinggi di Dunia.

Untuk Chaetodontidae terdapat 41 spp, Pomacanthidae 20 spp, Pomacentridae 108 spp, Labridae 100 spp, Scaridae 27 spp dan Acanthuridae 37 spp.*

Exit mobile version