Selasa, Oktober 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Keanekaragaman Hayati Pilar Penting untuk Pembangunan Berkelanjutan

redaksi
28 Februari 2022
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi
0
Jembatan Cinta, Tracking Mangrove di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Tracking mangrove di Pulau Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sebagai negara kepulauan terbesar dan menjadi salah satu negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga bumi.

Indonesia dianugerahi kekayaan flora dan fauna, ragam etnis, bahasa, pengetahuan tradisional masyarakat adat dan komunitas lokal yang masih sangat potensial untuk dikaji.

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) merupakan salah satu pilar terpenting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong adanya kolaborasi riset dan pemanfaatan biodiversitas di antara negara anggota G20, untuk mendukung ekonomi biru dan hijau.

“Kami mendorong penguatan kapasitas riset dan pemanfaatan biodiversitas melalui kolaborasi secara global,” kata Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian, Ocky Karna Radjasa, saat Preliminary Meeting Research and Innovation Initiative Gathering (RIIG) G20, secara daring, Kamis (24/2).

Penelitian dan pemanfaatan biodiversitas, kata Ocky, di antaranya dilakukan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Selain pengembangan program vaksinasi dalam negeri, Indonesia melakukan riset dengan memanfaatkan tumbuhan herbal dari keanekaragaman hayati terestrial untuk mencegah dan mengobati Covid-19.

Menurut Ocky keanekaragaman hayati antara lain dimanfaatkan sebagai upaya pencegahan Covid-19, skrining dan diagonis, pengembangan peralatan kesehatan, pengobatan, hingga terapi.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BiodiversityBRINkeanekaragaman hayatiPembangunan BerkelanjutanPresidensi G20Riset
Bagikan10Tweet7KirimKirim
Previous Post

Pengungsi Gempa Sumatra Barat 13 Ribu Orang, 4 Korban Dalam Pencarian

Next Post

Laut dan Antariksa Jadi Riset Potensial

Postingan Terkait

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

6 Oktober 2026
Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

5 Oktober 2026

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Topan Super Choi-wan di Tenggara Kepulauan Ogasawara, Jepang

Next Post
Parameter Iklim Masa Lampau Terekam Dalam Arsip Alam

Laut dan Antariksa Jadi Riset Potensial

Komentar tentang post

TERBARU

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

AmsiNews

REKOMENDASI

Perlindungan Awak Kapal Perikanan Melalui Pembenahan Perekrutan dan Penggajian

Peringatan Dini Tsunami Berakhir, Liwa – Pandeglang Guncangan Dirasakan III-IV MMI

UNG Menggelar Workshop Publikasi Ilmiah

1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Peneliti Farmasi UNG Kembangkan Terapi Luka Bakar Bahan Tanaman Nanas dan Kombinasi Biota Laut

Gempa 7,1 SR Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Potensi Tsunami

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.