Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong sumber daya manusia (SDM) yang bisa bekerja untuk kapal pesiar. Salat satunya, yang telah dilakukan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP).
Kerja sama yang dilakukan antara Poltekpar dengan PIP merupakan bentuk keseriusan Kemenpar dalam menyiapkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif.
Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kemenpar, Ni Wayan Giri Adyani mengatakan, kerja sama dua pihak itu diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia yang bergerak pada pelayanan di kapal pesiar.
“Masih banyak dibutuhkan tenaga kerja terdidik dan terlatih agar bisa bekerja di kapal pesiar,” katanya.
Poltekpar Makassar dan PIP melakukan penandatanganan MoU ini dimaksudkan sebagai komitmen bersama kedua pihak mengembangkan SDM kapal pesiar Indonesia.
Penandatanganan MoU dilaksanakan antara Direktur PIP (Capt. Rachmat Tjahjanto, M.MM., M.Mar) dengan Plt. Direktur Poltekpar Makassar (Drs. Muhammad Arifin., M.Pd) pada Upacara Pelantikan Perwira Transportasi Laut (DIV Pelayaran dan Diklat Pelaut) di Lapangan Karebosi Makassar, 30 April 2019.
Pada umumnya siswa Poltekpar berkeinginan untuk bekerja di kapal pesiar, tetapi belum memiliki pengetahuan tentang pelayaran. Sebaliknya, siswa PIP pada umumnya bercita-cita untuk bisa berlayar dan bekerja di bagian pelayanan tetapi belum memiliki pengetahuan hospitality. “Kedua belah pihak akan bekerja sama untuk saling mengisi pengetahuan, keterampilan, dan perilaku sesuai kompetensinya,” kata Giri Adyani.
Di sektor pariwisata juga dilakukan penyiapan SDM salah satunya dengan dibukanya kelas internasional berstandar global. Diharapkan perguruan tinggi pariwisata yang berada di bawah Kementerian Pariwisata memiliki kurikulum berstandar global dengan membuka kelas internasional.
Peningkatan standar kurikulum pendidikan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM pariwisata.
Untuk peningkatan kualitas SDM Pariwisata, bisa dilakukan dengan ‘benchmark‘ ke negara-negara yang sukses pengembangan SDM-nya seperti China, Singapura, dan Malaysia. Selain itu, bisa juga dengan cara mendatangkan tenaga-tenaga pengajar asing.
Penandatanganan MoU seperti yang dilakukan oleh Poltekpar Makassar dan PIP mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya.*
