Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ketua ANNI: Predikat Disclaimer Perlu Diperbaiki KKP

redaksi
24 Oktober 2018
Kategori : Berita
0
Riyono

Ketua Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) Riyono. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Jakarta – Ketua Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) Riyono menilai, predikat disclaimer atau Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perlu diperbaiki dalam evaluasi kinerja empat tahun di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Predikat disclaimer tiga kali dari BPK membuktikan bahwa KKP lemah dan tidak serius dalam memperbaiki laporan keuangannya,” kata Riyono kepada Darilaut.id, Rabu (24/10).

Seperti diketahui, BPK memberikan opini Tidak Menyatakan Pendapat untuk laporan keuangan KKP tahun 2017.

Riyono mengatakan, dalam evaluasi kinerja empat tahun, KKP belum menerapkan good dan clean. Selain itu, manajemen keuangan berbasis transpansi, akuntabilitas serta kehati-hatian.

Menurut Riyono, hingga saat ini masih terdapat permasalahan mengenai alat tangkap antara nelayan dan KKP. Berlarut-larutnya problem perikanan tangkap ini, sejak dikeluarkan Peraturan Menteri Nomor 1 dan 2 tahun 2015.

Peraturan ini kemudian diganti dengan Peraturan Menteri Nomor 71 tahun 2016 tentang alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. “Ini masih menyisakan problem ketegangan antara KKP dan nelayan serta usaha perikanan tangkap,” ujar Riyono. Seperti kasus cantrang dan 21 alat tangkap yang dilarang.

Perwakilan organisasi nelayan dan nelayan, kata Riyono, sampai tiga kali harus bertemu Presiden. Hingga saat ini, kasus ini belum tuntas. Diharapkan kasus ini sudah bisa diselesaikan sampai Februari 2019.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BPKKKP
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bagaimana Mengukur Kesehatan Laut?

Next Post

Pemanfaatan Wilayah Pesisir dan DAS Makin Meningkat

Postingan Terkait

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

5 September 2026
Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

5 September 2026

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Next Post
Tambak

Pemanfaatan Wilayah Pesisir dan DAS Makin Meningkat

Komentar tentang post

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

tvOne Meluncurkan Portal News Kecerdasan Artifisial Pertama di Indonesia

Banjir di China, 17 Orang Tewas dan Ratusan Ribu Mengungsi

2018, Penerimaan ke Kas Negara dari TN Komodo Rp 33,16 Miliar

Peran Penting Layanan Meteorologi dan Hidrologi

Berkas Perkara Kapal yang Diduga Muat BBM Ilegal Rampung

KRI John Lie-358 Menangkap Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna Utara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.