Senin, Maret 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Keunikan Naga Laut

redaksi
23 Juni 2020
Kategori : Berita, Biota Eksotis, Konservasi
0
Keunikan Naga Laut

Naga Laut atau Weedy Seadragon, Phyllopteryx taeniolatus. FOTO: ROB THYER/Museum Australia

Darilaut – Beberapa spesies biota laut mengusung nama dengan simbol naga, seperti Blue Dragon dan Seadragon.

Darilaut sudah pernah mengulas Blue Dragon beberapa waktu lalu. Kali ini mengenai Weedy Seadragon atau naga laut.

Selain Weedy Seadragon, nama lainnya disebut Common Seadragon dan Lucas Sea-dragon.
Naga Laut telah diidentifikasi oleh Lacepède pada 1804 dengan nama ilmiah Phyllopteryx taeniolatus.

Secara etimologi, Phyllopteryx yang diambil dari bahasa Yunani terbagi dalam dua suku kata phyhllon dan pteryx.

Phyhllon artinya daun, sedangkan pteryx sayap.

Naga Laut ini tidak ditemukan di semua perairan di dunia. Sea dragon adalah spesies endemik Australia, dengan sebaran dari Perth hingga Sidney. Terutama antara Port Stephens di New South Wales dan Geraldton Australia Barat, serta Tasmania.

Ikan berwarna-warni ini mengandalkan kamuflase, seperti halnya Blue Dragon, untuk menghindari predator. Spesies ini memangsa mysids dan krustasea kecil lainnya.

Habitatnya di padang lamun (seagrass), rumput laut (seaweed beds) dan terumbu karang di kedalaman 3 hingga 50 meter.

International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) memasukan spesies ini dalam kategori Risiko Rendah.

Namun, tren populasi naga laut saat ini mengalami penurunan. Phyllopteryx taeniolatus biasanya dieksploitasi untuk akuarium. Ancaman lainnya, karena hilangnya padang lamun dan terumbu karang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AustraliaBiota EksotisBlue DragonNaga Laut
Bagikan14Tweet8KirimKirim
Previous Post

AMSI Kaltim yang Pertama Deklarasi Pembentukan Secara Virtual

Next Post

Pemancing yang Hilang di Teluk Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia

Postingan Terkait

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

15 Maret 2026
29 Maret 2025 Sidang Penetapan Awal Syawal 1446 H

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

15 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Krisis Timur Tengah, PBB:  Akses Makanan, Air dan Pendidikan Terganggu

Sekjen PBB Mengutuk Eskalasi Militer di Timur Tengah

Waspada Kondisi Cuaca Saat Mudik Lebaran

Next Post
Pemancing yang Hilang di Teluk Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia

Pemancing yang Hilang di Teluk Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar tentang post

TERBARU

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Krisis Timur Tengah, PBB:  Akses Makanan, Air dan Pendidikan Terganggu

AmsiNews

REKOMENDASI

LPPM UNG Verfikasi Lebih Dari 900 Author dan Pemutakhiran Data SINTA

Limbah Makanan Memperburuk Perubahan Iklim

Gempa dan Tsunami, Pengetahuan Lokal Dapat Mengurangi Risiko Bencana

Mengarah ke Okinawa dan Cina Timur Badai Tropis Khanun Akan Menguat Menjadi Topan

Aspal Mentah Mencemari Perairan Nias

Kasal: Materi Geografi Kurang Diperhatikan Generasi Muda

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.