Kisah Kematian Bayi Orca Tahlequah Tahun 2018 Dibaca 6 Juta Orang

J35/Tahlequah membawa bayinya yang sudah meninggal. FOTO: MICHAEL WEISS / CENTER FOR WHALE RESEARCH

Darilaut – Wartawan lingkungan Seattle Times Lynda V. Mapes baru saja menerbitkan bukunya, dengan judul “Orca: Shared Waters, Shared Home.”

Buku ini mengisahkan kehidupan paus orca residen selatan dan residen utara, ikan salmon yang mereka buru dan kondisi lainnya.

Masih ingat tentang Tahlequah (J35), induk orca yang bayinya meninggal setengah jam setelah dilahirkan?

Tahun 2018, orca Tahlequah dengan lembut menggendong bayinya yang sudah meninggal selama 17 hari. Kisah ini menarik perhatian internasional.

Lynda menyaksikan langsung pemandangan tersebut dari atas kapal Pusat Penelitian Paus (Center for Whale Research). Linda melihat dan mencatat induk orca yang berduka bersama paus orca lainnya dalam kelompok J-pod.

Sebanyak 6 juta orang membaca artikel yang ditulis Lynda tentang Tahlequah. Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya di Seattle Times.

“Tiba-tiba, itu menembus tabir abstraksi. … Ini adalah keluarga, ini adalah keluarga yang erat, sangat cerdas dengan ikatan keluarga. Mereka hanya—mereka tahu,” tulis Lynda Seperti dikutip dari Sanjuanjournal.com, Minggu (13/6).

Lynda menyadari sedang menyaksikan pemandangan yang paling menyedihkan. Mencatat cara pod itu bergerak perlahan dan berdekatan. “Mereka semua tinggal sangat dekat dengannya, bergerak sangat lambat bersamanya melalui air — ini adalah prosesi.”

(Pada September 2020, Tahlequah (J35) melahirkan. Bayi orca Tahlequah mendapatkan identitas J57, keluarga baru dalam kelompok J Pod. Center for Whale Research menetapkan J57 lahir pada 4 September).

Buku Lynda Mapes “Orca: Perairan Bersama, Rumah Bersama” telah diluncurkan pada 1 Juni 2021.
Melalui akun Twitter @LyndaVMapes menyampaikan terima kasih kepada The Elliott Bay yang telah mendukung penerbitan buku tersebut.

Buku ini diterbitkan bersama oleh The Seattle Times dan Braided River.

Seperti ditulis dalam Orcastory.com,”Kami menyadari bahwa buku yang ditulis ini tentang tanah dan perairan tradisional dari banyak masyarakat adat, khususnya masyarakat di Pantai Salish di Laut Salish. Kami mengakui pengetahuan berbasis tempat dari orang-orang ini, dan berterima kasih atas pengelolaan leluhur saat ini, atas tanah ini.”

Paus orca yang hidup di perairan itu memakan ikan salmon. Menurut Lynda, orca residen utara memiliki perairan yang lebih bersih dan lebih tenang, serta akses ke ikan yang jauh lebih banyak daripada orca residen selatan,

Suatu hari di bulan November 2018, orca pod J, K dan L semuanya ada di sini sekaligus. Lusinan orca berputar-putar dan melompat-lompat, tepat melewati situs Superfund Asarco Smelter di Ruston dekat Tacoma.

Melewati perumahan padat di sepanjang lereng bukit yang telah lama ditebangi. Mereka berenang terbalik di bawah air, perut mereka bersinar putih menembus air, dan menampar sirip dada dan cacing mereka tampaknya hanya untuk bersenang-senang atau mungkin hanya untuk mendengar suara keras, bergema, dan tamparan.

Orca residen selatan yang berkeliaran di perairan perkotaan di kawasan itu seperti hakim berjubah hitam-putih dari komisi kebenaran dan rekonsiliasi. Mereka mengingatkan kita semua tentang apa yang masih ada di sini dan apa yang berisiko — apa yang kita ambil untuk diri kita sendiri, apa yang kita ambil dari mereka.

Sumber: Seattletimes.com, Sanjuanjournal.com dan Orca-story.com

Exit mobile version