Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kisah Nelayan Ban Penangkap Lobster

redaksi
11 Februari 2020
Kategori : Berita, Kajian
0
Kisah Nelayan Ban Penangkap Lobster

Nelayan ban penangkap lobster. FOTO: SUHANA

Oleh: Dr Suhana

PENANGKAP lobster umumnya merupakan nelayan dengan perahu kecil (< 10 Gros Ton) atau non Perahu. Para penangkap lobster tersebut dikenal sebagai Nelayan Ban.

Industri penangkapan ikan yang ukuran kapalnya di atas 10 GT yang ada di sepanjang pesisir pantai Pangandaran, Tasikmalaya dan Cilacap belum dapat menyentuh aktivitas penangkapan lobster. Hal ini sesuai dengan karakteristik lobster yang siklus hidupnya berada di wilayah pesisir yang merupakan habitat lobster.

Berbeda halnya dengan usaha pembesaran lobster yang merupakan aktivitas ekonomi yang memerlukan investasi cukup besar, terutama dalam menyediakan KJA, benih dan pakan.

Berdasarkan hal tersebut secara teori ekonomi kelembagaan terlihat bahwa pro-kontra kebijakan ekspor benih lobster secara tidak langsung merupakan “pertarungan” antara kepentingan nelayan penangkap lobster konsumsi dengan para investor pembesaran lobster.

Para nelayan sangat rawan terancam aktivitas ekonominya ketika pemerintah mengizinkan eksploitasi dan ekspor benih secara masif, karena tidak ada lagi lobster ukuran konsumsi yang bisa mereka tangkap. Sementara para pemilik modal (investor), ketika sumberdaya Lobster mengalami over eksploitasi dapat dengan mudah mengalokasikan investasinya ke bidang lainnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KanibalLobsterperikanan berkelanjutan
Bagikan9Tweet5KirimKirim
Previous Post

Bitung Jadi Model Percontohan Perlindungan Awak Kapal Perikanan

Next Post

LIPI Bentuk Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati

Postingan Terkait

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

20 April 2026
BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Next Post
Untuk Memajukan Riset Kelautan, LIPI dan KKP Galang Kerjasama

LIPI Bentuk Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati

Komentar tentang post

TERBARU

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Mahasiswa Pendidikan Guru UNG Kuliah Kemaritiman di Pangkalan TNI Angkatan Laut

Cari Nelayan, Empat Penyelam di Lombok Sempat Hilang

Panas Ekstrem Penyebab Kematian Terbesar

Bibit Siklon Tropis 90S Tumbuh di Samudra Hindia

DAS Ciliwung Makin Kritis

Perempuan Sebagai Katalis untuk Perubahan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.