Darilaut – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil meringkus pelaku pemboman ikan di perairan Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Penangkapan ini dilakukan Pengawas Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Sabtu (30/5).
Dalam operasi penangkapan petugas menggunakan perahu nelayan dan bekerja sama dengan masyarakat.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb. Haeru Rahayu, Senin (1/6), mengatakan, Pengawas Perikanan pada Satwas SDKP Kendari yang berada dibawah komando Pangkalan PSDKP Bitung berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku pengeboman ikan di Morowali.
Menurut Tb, tidak mudah melakukan penangkapan ini, aparat sudah bekerja beberapa hari, sebelum melakukan operasi penangkapan. Sebelum penangkapan didahului dengan Pengumpulan Bahan dan Keterangan yang agak panjang.
Penangkapan di wilayah kerja Luwuk Banggai oleh Satwas SDKP Kendari dan Dinas Perikanan Kabupaten Morowali dipimpin oleh Muliadi yang menemukan dua perahu tak bertuan di perairan Desa Umbele. Lokasi berada titik koordinat -3°2’51, 1935″ LS 122°27’48, 15443″ BT.
Tb mengatakan, setelah didekati dan dilakukan pengamatan ditemukan dua terduga pelaku sedang menyelam untuk mengambil ikan yang diduga ditangkap menggunakan bahan peledak.
Saat digeledah, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan dalam penangkapan ikan dengan cara merusak tersebut. Diantaranya sekian kilo gram pupuk yang diduga bahan pembuat bom, korek api, kabel dan kompresor dan alat selam.
Selanjutnya, menurut Tb, terhadap terduga pelaku pemboman ikan dilakukan pemeriksaan pendahuluan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut yang akan dilakukan oleh PPNS Perikanan pada Satwas SDKP Kendari.
Selama 2 (dua) bulan terakhir sebanyak 31 orang pelaku destructive fishing ditangkap di sejumlah lokasi terpisah di Indonesia. Masing-masing di Tojo Una una – Sulawesi Tengah, Halmahera- Maluku Utara, Flores Timur – Nusa Tenggara Timur, Sumbawa – Nusa Tenggara Barat dan terakhir di Sulawesi Utara.
Penangkapan tersebut bekerjasama dengan DKP Provinsi, TNI Angkatan Laut dan POLRI.*
