Komunikasi Sains Penting Bagi Peneliti

Survei kelautan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Ide-ide penelitian perlu disampaikan kepada masyarakat agar bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Oleh karena itu, komunikasi sains menjadi sangat penting bagi peneliti,” kata Plh. Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono dalam webinar “Mengapa Komunikasi Sains Penting bagi Akademisi dan Peneliti”, Selasa (23/6).

Banyak penelitian telah dilakukan para peneliti Indonesia untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Namun terkadang hanya sampai publikasi dalam jurnal ilmiah atau disampaikan dalam forum-forum ilmiah.

Agus mengatakan penyampaian hasil penelitian kepada masyarakat juga merupakan tugas seorang peneliti.

”Komunikasi sains yang baik dari peneliti akan membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan dan pengambil kebijakan dalam mengambil keputusan penting,” ujar Agus seperti dikutip dari Lipi.go.id.

Pembicara dari media The Conversation Indonesia Fito Rahdianto, mengatakan, sains belum selesai jika tidak dikomunikasikan. Hal ini mencerminkan pentingnya bukan hanya riset tetapi juga cara mengomunikasikan hasil riset agar dapat dipahami oleh masyarakat.

Menurut peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, Roni Maryana, dengan adanya komunikasi sains, selain mempermudah masyarakat umum dan pengambil kebijakan, permanfaat hasil riset juga dapat ditingkatkan dengan adanya komersialisasi dengan cakupan yang menjadi semakin luas.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Intan Suci Nurhati, mengatakan, pentingnya membumikan sains dan mendekatkannya ke masyarakat. Tugas kita sebagai peneliti adalah menjadi komunikator sains.

Peran komunikator sains untuk mengedukasi masyarakat tentang riset, menginformasikan kepada khalayak umum dan memberikan pemahaman bagi pemangku kebijakan, serta negosiator.

Di sisi lain, kata Intan, komunikasi sains juga merupakan forum kita belajar dua arah di mana kita bisa mengeksplorasi bigger pictures dari berkomunikasi dengan masyarakat dan mendapatkan arah riset baru.

Exit mobile version