Kondisi Cuaca Saat Mudik dan Libur Idul Fitri 1447 H Berpotensi Hujan

llustrasi hujan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan pada perayaan dan libur Idul Fitri 1447 Hijriah, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam masa peralihan musim hujan.

Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah, sehingga perlu menjadi perhatian dalam mendukung kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Berdasarkan analisis BMKG, ”potensi peningkatan intensitas curah hujan utamanya terjadi pada minggu pertama hingga minggu kedua Maret 2026. Selanjutnya intensitas tersebut diperkirakan akan menurun,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI, pada Rabu (11/3).

Periode 11–20 Maret hingga 21–30 Maret, cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang dengan peluang hujan lebat di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Pegunungan.

Secara umum, selama periode Lebaran kondisi cuaca diprediksi didominasi berawan hingga berpotensi hujan.

Selanjutnya, April 2026 curah hujan diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi sangat tinggi terutama di wilayah Papua Tengah.

Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer, di antaranya aktivitas Monsun Asia yang membawa massa udara basah, fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi pertumbuhan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

“Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan kesiapsiagaan bersama bagi Kementerian/Lembaga dalam menjaga kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat”, ujar Faisal.

Sebagai langkah mitigasi potensi bencana hidrometeorologi, BMKG juga menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah yang berpotensi terdampak.

Upaya ini diarahkan untuk memitigasi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas transportasi, khususnya penyeberangan.

Selain fokus pada jalur transportasi, BMKG juga menyiapkan prakiraan cuaca khusus untuk beberapa destinasi wisata unggulan yang biasanya ramai dikunjungi saat libur Lebaran, seperti Labuan Bajo, Danau Toba, dan kawasan Gunung Bromo.

Jaringan stasiun BMKG di daerah turut disiagakan agar layanan informasi cuaca dapat berlangsung terus-menerus, termasuk dukungan pengoperasian posko pusat dan daerah di pelabuhan utama, bandara, serta rest area jalan tol.

Exit mobile version