Korban Tewas Akibat Badai Tropis Maysak di Guangxi Bertambah Menjadi 39 Orang

Tim penyelamat memindahkan warga yang terjebak di Kota Qinzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok selatan, pada Selasa 7 Juli 2026. Cuaca ekstrem hujan lebat yang dipicu oleh Topan Maysak menyebabkan banjir parah di beberapa bagian Daerah Otonomi Guangxi Zhuang di lembah Sungai Pearl, Tiongkok selatan. FOTO: XINHUA

Darilaut – Korban meninggal dunia akibat Badai Tropis (Tropical Storm) Maysak yang membawa hujan di Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok Selatan, bertambah menjadi 39 orang, Kamis (9/7).

banjir yang dipicu oleh hujan deras tersebut juga menyebabkan sembilan orang dilaporkan hilang di Guangxi.

Melansir Xinhua jumlah korban tewas termasuk korban akibat jebolnya bendungan di ibu kota regional Nanning, menurut konferensi pers pengendalian banjir dan penanggulangan bencana yang diadakan pada Kamis siang.

Namun, para pejabat mencatat bahwa jumlah korban tewas dan hilang mungkin tumpang tindih, karena identifikasi teknis beberapa korban masih berlangsung.

Setelah verifikasi lebih lanjut, dipastikan bahwa jebolnya Bendungan Liulan di Nanning telah mengakibatkan 26 kematian, termasuk lima orang yang tidak teridentifikasi, dan tujuh kasus dilaporkan hilang, kata Ding Wei, wakil walikota Nanning.

Pada Kamis pukul 11.00, Nanning telah mengevakuasi dan memindahkan total 64.500 penduduk ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, kota ini telah mengirimkan 100.000 barang kebutuhan pokok, termasuk pakaian, air minum, makanan, obat-obatan, dan power bank, kepada warga yang terdampak.

Lebih dari 4.200 personel telah dimobilisasi untuk upaya pembersihan, sementara lebih dari 300 spesialis telah dikirim untuk melakukan pemantauan lingkungan dan disinfeksi. Belum ada wabah penyakit atau keadaan darurat kesehatan masyarakat yang dilaporkan sejauh ini.

Mengenai pemulihan infrastruktur, stasiun pangkalan komunikasi di kota Hengzhou dan Kabupaten Binyang yang terkena bencana, keduanya berada di bawah yurisdiksi Nanning, kini beroperasi pada 87,7 persen dari kapasitas normal.

Listrik telah dipulihkan ke 63.000 rumah tangga di kedua daerah ini, sementara arus lalu lintas telah kembali normal di beberapa ruas jalan raya dan jalan utama.

Badai Tropis Maysak mendarat untuk kedua kalinya di perbatasan Vietnam dan Cina , setelah mendarat pertama di di Pulau Hainan.

Maysak kemudian melintasi Teluk Tonkin (Beibu Wan). Selanjutnya, badai tropis parah ini mendarat di Kota Móng Cái, Provinsi Quang Ninh, Vietnam, yang berbatasan dengan Dongxing, Provinsi Guangxi, Cina.

Badai Tropis Maysak bergerak melintasi Beibu Wan dan meningkat menjadi badai tropis parah Sabtu (4/7)

Pada Minggu (5/7) pukul 2 pagi, Badai Tropis Parah Maysak berpusat sekitar 140 kilometer di selatan-barat daya Nanning, menurut Observatorium Hong Kong (HKO). Sebelumnya Sabtu pukul 22.00, Badai Tropis Parah Maysak berpusat sekitar 150 kilometer di selatan-barat daya Nanning.

Exit mobile version