Rabu, Mei 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lahan Pertanian Makin Berkurang, Perlu Inovasi Teknologi

redaksi
27 Maret 2023
Kategori : Berita
0
Lahan Pertanian Makin Berkurang, Perlu Inovasi Teknologi

Gudang penyimpanan dengan dinding beton menyebabkan bahan baku pangan seperti beras cepat rusak. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Untuk ketahanan pangan Indonesia memerlukan inovasi teknologi pertanian di tengah lahan dan sumber daya manusia (SDM) semakin berkurang.

Apalagi sejumlah komoditi, berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) masih bergantung pada impor. Seperti komoditas garam, gula, daging ruminansia, bawang putih, dan kedelai.

Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Marsudi Wahyu Kisworo, mengatakan, ketika minat masyarakat untuk menjadi petani semakin berkurang, kita tidak bisa lagi bicara padat karya, namun harus menggunakan teknologi.

Solusi untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan menggunakan inovasi teknologi alat pertanian yang menggunakan tenaga listrik dan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Misalnya, melakukan inovasi teknologi dengan genetic engineering. Melalui inovasi ini bibit dimodifikasi, sehingga produktivitasnya meningkat.

Sebagai contoh, kata Marsudi, produksi tebu, rata-rata satu hektar hanya menghasilkan 60 hingga 70 ton tebu per hektar. Di India atau Brazil, bisa 140 ton tebu per hektar. Jadi dua kali lipat, sehingga diperlukan genetic engineering.

Tidak kalah pentingnya, pada tahap transportasi bahan baku yang membutuhkan teknologi pascapanen.

“Indonesia adalah negara dengan food loss atau pangan yang rusak cukup tinggi, mencapai 30 persen,” kata Marsudi, Sabtu (25/3).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINGaramImpor BerasKetahanan PanganPertanian
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kapal Tanker MT Kristin Terbakar di Perairan Mataram, 3 ABK Hilang

Next Post

Cuaca Ekstrem Cenderung Meningkat di Indonesia

Postingan Terkait

Otoritas Pengelola CITES Untuk Jenis Ikan Dialihkan dari KLHK ke KKP

Menurunnya Populasi Kuda Laut Penanda Degradasi Lingkungan Pesisir

20 Mei 2026
Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

19 Mei 2026

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Banjir Melanda 10 Kelurahan di Kota Gorontalo

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Next Post
Bibit Siklon Tropis 99S Tumbuh di Laut Banda

Cuaca Ekstrem Cenderung Meningkat di Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

Menurunnya Populasi Kuda Laut Penanda Degradasi Lingkungan Pesisir

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

AmsiNews

REKOMENDASI

Ini Jadwal Pemungutan Suara Calon Dekan 10 Fakultas di UNG

Banjir Rendam Wilayah Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat

Bibit Siklon Tropis 94S Membentuk Daerah Konvergensi di Laut Arafura

Pemimpin Negara G20 Menanam Mangrove di Bali

Kapal Bukit Raya Evakuasi 414 Orang Terdampak Tanah Longsor di Pulau Serasan

Indonesia Mengikuti Ajang Pameran Ikan Hias di Jerman

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.