Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Cerita Orang-Orang Tua Tentang Tsunami

VERRIANTO MADJOWA

redaksi
1 Oktober 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Cerita Orang-Orang Tua Tentang Tsunami

Peta daerah potensial bencana tsunami di Indonesia.

TSUNAMI itu bukan hal baru bagi Indonesia. Hanya namanya saja diadopsi dari bahasa Jepang, kemudian menjadi istilah internasional.

Bila kita mendengar sejarah di kampung-kampung, cerita tentang gelombang besar yang dahsyat itu ada dalam ingatan orang-orang tua.

Seperti di Parigi Moutong. Kabupaten Parigi Moutong yang terletak di Teluk Tomini, masih menyimpan sejarah dan ingatan tsunami.

Dengarlah penuturan orang-orang tua di Desa Kakorotan, yang berada di Kabupaten Talaud, jauh di dekat perbatasan Filipina.

Secara administrasi, Kakorotan mencakup tiga pulau: Kakorotan, Intata dan Malo. Dulunya, orang-orang tua mengisahkan, tiga pulau ini menyatu.

Setelah terjadi tsunami tahun 1628, pulau ini pecah menjadi tiga. Sejak terjadi tsunami, muncul sistem eha dan mane’e mulai berkembang. Eha adalah masa pantang memanfaatkan sumberdaya laut.

Masa pantang ini adalah menahan diri untuk menangkap ikan dan biota laut lainnya di lokasi yang disepakati. Mirip dengan sasi di Maluku dan Papua.

Ketika telah melewati masa pantang tiga atau enam bulan, warga menjalankan prosesi upacara mane’e. Prosesi ini, dilakukan serentak, bersama-sama melalui musyawarah.

Eha dan mane’e di Kakorotan lahir karena peristiwa tsunami.

Mari kita lihat hasil pemetaan ilmuwan kelautan. Pulau-pulau kecil di Talaud, seperti Kakorotan, sepanjang Teluk Tomini, sudah ditandai sebagai daerah potensial bencana tsunami di Indonesia.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Donggala-PaluGempatsunami
Bagikan9Tweet5KirimKirim
Previous Post

Sistem Peringatan Dini dan Evakuasi Bencana

Next Post

Efek Corong Teluk V, Gelombang Sangat Besar

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Efek Corong Teluk V, Gelombang Sangat Besar

Efek Corong Teluk V, Gelombang Sangat Besar

Komentar tentang post

TERBARU

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Narelle Mendekati Semenanjung Cape York, Australia

Setelah Seroja, Muncul Siklon Tropis Odette

Oil boom 8.605 Meter untuk Halau Tumpahan Minyak

Cegah Virus Corona, Semua Penumpang di Pelabuhan Bintan Diperiksa

Hewan Seperti Alien Terdampar di Pesisir Laut

Riwayat Penyelamatan Toa, Bayi Orca yang Terdampar di Selandia Baru

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.