Ikan-ikan Karang Endemik di Halmahera

Survei ikan karang dan terumbu karang di Halmahera. FOTO: DOK. GR ALLEN

Darilaut – Pulau Halmahera dan pulau-pulau di sekitarnya yang berada di Provinsi Maluku memiliki berbagai jenis ikan karang endemik.

Hasil survei yang dilakukan ilmuwan kelautan GR Allen dan tim, terdapat 9 ikan karang endemik Halmahera.

Ikan endemik tersebut, masing-masing: Pseudochromis matahari, Pentapodus numberii, Ecsenius randalli, Pseudochromis ammeri, Pseudochromis jace, Pseudochromis erdmanni, Pseudochromis pylei, Pterois andover, dan Hemiscyllium halmahera (Hiu berjalan).

Allen telah mempresentasikan hasil penelitiannya, yang juga berdasarkan masukan dari MV Erdmann, L DeVantier, E Turak, dan P Barber.

Adapun metodologi survei ikan karang, secara visual bawah air dari kedalaman 1 – 60 meter, kemudian merekam spesies yang ditemukan di semua situs.

Survei dimulai pada 2005 di Halmahera Selatan termasuk di Kepulauan Widi sampai Bacan dan Goraici.

Selanjutnya, penelitian pada 2008 bersama Universitas Khairun dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jailolo, Loloda, Morotai, Teluk Kao sampai Teluk Buli. Lama penyelaman bawa laut 100 jam lebih.

Ikan karang endemik Ecsenius randalli (kiri) dan Pseudochromis matahari (kanan) di Halmahera. FOTO-FOTO: GR ALLEN

Hasil survei ikan ditemukan sebanyak 992 spesies, yang terdiri dari 78 famili dan 289 genus di Halmahera.

Penelitian juga mencakup ikan Gobies (Gobiidae), Damselfishes (Pomacentridae), dan wrasses (Labridae) yang termasuk kelompok dominan di Halmahera.

Untuk keragaman ikan di berbagai situs penyelaman berkisar antara 83 hingga 304 spp, dengan rata-rata 212 spesies.

Hasil survei ini menemukan 6 situs teratas dalam hal keragaman, seperti di Pulau Kayoa (304 spesies), Tanjung Tawali (278 spesies), Kepulauan Widi (278 spesies). Kemudian di Tanjung Rotan (272 spesies), Pulau Sidanga (267 spesies) dan Tanjung Akehuda (260 spesies). Persentase spesies ini termasuk yang tertinggi di Dunia.

Untuk Chaetodontidae terdapat 41 spp, Pomacanthidae 20 spp, Pomacentridae 108 spp, Labridae 100 spp, Scaridae 27 spp dan Acanthuridae 37 spp.

Hasil penelitian juga mencatat data keanekaragaman hayati dari Taxa lain, seperti Udang Mantis. Tercatat sebanyak 39 spesies udang mantis dan paling sedikit ada 5 jenis endemik Halmahera.

Menurut Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan yang juga Wakil Direktur II program pascasarjana Universitas Khairun, Dr Abdurrachman Baksir, hasil survei yang telah dilakukan peneliti kelautan di atas, masih di sekitar Pulau Halmahera. Belum termasuk ratusan pulau-pulau di Maluku Utara lainnya.

“Masih banyak yang belum terungkap dan membutuhkan penelitian lebih lanjut di Maluku Utara yang memiliki 805 pulau,” kata Baksir.*

Exit mobile version