Ikan tuna akan lebih enak jika dikonsumsi dalam bentuk mentah dan segar, setelah dilakukan pengesan dengan nama “sasimi”. Ikan tuna adalah jenis ikan dengan kandungan protein yang tinggi dan lemak yang rendah. Ikan tuna juga mengandung protein antara 22,6 – 26,2 g/100 g daging. Lemak antara 0,2 – 2,7 g/100 g daging.
Di samping itu, ikan tuna mengandung mineral kalsium, fosfor, besi dan sodium, vitamin A (retinol), dan vitamin B –thiamin, riboflavin dan niasin ( Maghfiroh, 2000). Dengan melihat kandungan gizi yang ada, maka tak pelak lagi ikan tuna dijual dengan harga yang mahal.
Tentunya ini berdampak pada cara pengelolaan yang baik dan bersih sesuai dengan standar Internasional. Mulai dari penangkapan di laut, kondisi kapal yang bersih, terdapat ruang pendingin (cold storage) dan sampai penanganan (handling) di darat.
Armada Penangkapan
Pertama, kapal yang aktif dan melaporkan kegiatannya memang berjumlah antara 25-40 persen saja dari yang teregistrasi. Sisanya tidak aktif beroperasi karena armadanya belum ada atau sudah ada, tapi tidak layak beroperasi.
Sebagian armada di bagian Selatan Indonesia, mencari keuntungan semata. Kapal ikan ini sering kali beroperasi hingga laut Madagaskar, demi mengejar ikan tuna, tanpa melihat keamanan (seafty).





Komentar tentang post