Senin, Mei 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Naturalis Alfred Russel Wallace Pernah Merasakan Gempa Dahsyat di Sulawesi, Bagaimana Rasanya?

redaksi
18 Oktober 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Wallace

Alfred Russel Wallace. FOTO: REPRO

Gempa yang kuat tidak memberikan kesempatan untuk berpikir atau berharap. Gempa besar merupakan bencana alam paling destruktif dan mengerikan yang dapat melanda manusia (Wallace, 1859).

MASIH ingat dengan Alfred Russel Wallace? Naturalis Inggris yang dikenal dengan sebutan garis Wallacea.
Wallace bukan orang sembarangan. Garis persebaran fauna di Indonesia Wallace yang menetapkan dan diajarkan kepada siswa sejak Sekolah Dasar.

Ia juga sebagai pencetus teori Evolusi sejati. Taksonomi flora dan fauna di Nusantara telah dicatat Wallace. Dengan persebaran, perubahan lempeng dan masa geologis yang dibuat rinci. Wallace juga mengamati suku-suku di Kepulauan Nusantara.

Nah, bagaimana Wallace merasakan sendiri gempabumi di Celebes? Ini yang jarang diketahui dan ditulis tentang catatan perjalanan naturalis ini.

Celebes adalah sebutan untuk pulau Sulawesi di masa itu. Darilaut.id merangkum tulisan bagaimana Wallace merasakan gempa sangat dahsyat di Rurukan, Tomohon, pada 1859.

***

Manado, kota tercantik di timur Nusantara, bagaikan sebuah taman luas. Itulah kesan yang ditulis Wallace ketika tiba di Manado. Sebelumnya, Wallace telah melakukan perjalanan di Timur-Coupang, melewati Banda, Amboyna dan Ternate.

Wallace tiba di Manado, 10 Juni 1859. Di sisi barat dan selatan Manado, terdapat pegunungan dengan ketinggian 6000 atau 7000 kaki. Pemandangan yang luar biasa indah pada bentang alam ini.

Penduduk Minahasa, menurut Wallace, memiliki karakter khusus. Mereka tenang, lembut dan dengan cepat mengadopsi peradaban yang lebih maju.

Pada 22 Juni, Wallace melakukan perjalanan ke Lotta. Dari Lotta, mendaki enam mil dan tiba di dataran tinggi Tondano, di ketinggian 2.400 kaki. Jam satu siang, Wallace tiba di Tomohon, ibukota distrik Tondano.

Setelah bermalam ditempat itu, Wallace menempuh perjalanan ke kampung bernama Rurukan.

“Kampung ini merupakan daerah tertinggi di distrik Minahasa, dan kemungkinan di seluruh Celebes. Di sini saya memutuskan untuk singgah dan melihat pengaruh faktor ketinggian terhadap keadaan zoologi di daerah ini.”

Rurukan terletak di suatu lokasi yang datar. Terdapat jalan menurun, melalui kawasan hutan, menuju Danau Tondano yang indah, dengan gunung berapi dibaliknya.

Rurukan
Pemandangan pagi dari puncak Rurukan. FOTO: DARILAUT.ID

Di satu sisi jalan ada sebuah jurang, yang dibelakangnya terdapat kawasan pegunungan dan pemukiman yang asri. Didekat kampung terdapat perkebunan kopi.

Tana Goyang

“Pada malam hari, 29 Juni, pukul 20.15, ketika saya sedang membaca rumah saya bergetar lemah. Kemudian getaran itu bertambah kuat, dan saya duduk diam untuk merasakan sepenuhnya sensasi itu.

Namun kurang dari setengah menit, getarannya menjadi cukup kuat untuk mengguncangkan kursi tempat saya duduk dan membuat rumah bergoyang seakan-akan hendak roboh.

Teriakan-teriakan terdengar di seluruh penjuru kampung. “Tana goyang! Tana goyang!”

Semua orang lari keluar rumah. Perempuan menjerit dan anak-anak menangis. Saya pun menyadari bahwa saya juga sebaiknya keluar.

Gempa berlangsung kira-kira satu menit. Saya seperti diputar-putar dan hampir merasakan mabuk laut.

Ketika masuk ke dalam rumah, saya menemukan lampu telah jatuh. Penyangga lampu bahkan terlempar dari wadahnya. Gempa tersebut merambat vertikal, dengan kecepatan dan intesitas getaran yang tinggi.

Penduduk setempat, satu dekade sebelumnya, pernah mengalami gempa yang lebih dahsyat. Gempa ini meruntuhkan rumah-rumah dan menewaskan banyak orang.

Selang 10 hingga 30 menit, gempa berskala rendah terus terjadi. Terkadang cukup kuat. Orang-orang berlarian keluar rumah.

Selama dua hari, dua malam berikutnya, getaran terus terjadi. Dalam selang waktu yang singkat dan beberapa kali sehari selama seminggu.

Ini menunjukkan adanya gangguan yang cukup besar dibawah lapisan kulit bumi. Seberapa besar potensi kekuatan gempa tersebut, hanya dapat dirasakan ketika kita melihat ke seberang bukit dan lembah, serta daratan dan pegunungan.

Setelah merasakan gempa, kita akan menyadari bahwa kumpulan massa yang sangat besar tersebut, juga turut terguncang dalam intensitas tertentu. Kita dapat merasakan kekuatan yang jauh mengalahkan gelombang angin dan air yang paling dahsyat sekalipun, namun efek yang ditimbulkan lebih menggetarkan alih-alih mengerikan.

Terdapat misteri dan ketidakpastian mengenai bahaya sesungguhnya dari gempa yang kami rasakan. Imajinasi kami berkembang dan menumbuhkan rasa harap-harap cemas. Namun, perasaan seperti ini hanya berlaku untuk gempa biasa.

Gempa yang kuat tidak memberikan kesempatan untuk berpikir atau berharap. Gempa besar merupakan bencana alam paling destruktif dan mengerikan yang dapat melanda manusia.”

Sumber: Wallace, Alfred Russel. Kepulauan Nusantara: Sebuah Kisah Perjalanan, Kajian Manusia dan Alam. Penerbit Komunitas Bambu, 2009. Judul asli: The Malay Archipelago. Penebit Macmillan and Company, London. 1869.

Tags: GempaSulawesiWallace
Bagikan12Tweet6KirimKirim
Previous Post

Menteri Susi: Kita Tidak Mau Omong-omong Saja

Next Post

Target, 70 Persen Wilayah Papua Barat Kawasan Konservasi

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Papua Barat

Target, 70 Persen Wilayah Papua Barat Kawasan Konservasi

Komentar tentang post

TERBARU

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Ukuran Kuda Laut yang Dapat Ditangkap Minimal 10 cm dan Tidak Bunting

Musim Badai Atlantik dan El Nino

Musim Siklon Tropis di Atlantik 2026 di Bawah Normal

Bibit Siklon Tropis 99W Terletak di Selatan Guam

AmsiNews

REKOMENDASI

Angin Topan Kuat Berada di Dekat Jepang

Mendarat di Iwate Badai Tropis Maria Bergerak di Laut Jepang

Hiu Paus, Terancam Karena Perburuan dan Ditabrak Kapal

Kenaikan Permukaan Laut Menyebabkan Hilangnya Keanekaragaman Hayati dan Migrasi Iklim

Provinsi Hainan di Selatan Cina Bersiap Menghadapi Siklon Tropis Wutip

Orca Muda yang Terdampar di Teluk Newark Berhasil Diselamatkan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.