Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Prof Indra Jaya: 1973, Tonggak Pengelolaan Sumberdaya Ikan di Indonesia

redaksi
17 Juli 2019
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Prof Indra Jaya: 1973, Tonggak Pengelolaan Sumberdaya Ikan di Indonesia

FOTO: DARILAUT.ID

PENENTUAN alokasi sumberdaya ikan merupakan bagian penting suatu upaya pengelolaan.

Menurut Guru Besar di Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Insititut Pertanian Bogor (IPB), Prof Indra Jaya, tonggak (milestones) pengelolaan sumberdaya ikan di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1973.

“Pengembangan statistik perikanan tangkap sudah ada sejak tahun 1973,” katanya, dalam Pertemuan Pembahasan Peluang Alokasi Usaha Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), Senin (15/7) di Bogor.

Dalam perkembangan, pada 2005, mulai dilakukan pemantauan sumberdaya ikan di atas kapal (On-board observation) melalui observer program. Tahun 2010, pencatatan melalui program logbook penangkapan ikan. Selanjutnya, pengembangan sistem informasi logbook penangkapan ikan, pada 2012.

FOTO: DARILAUT.ID

Menurut Indra, prinsip dasar dan pertimbangan untuk merumuskan alokasi sumberdaya ikan, pertama, perikanan yang berkelanjutan (Sustainable Fisheries).

Kedua, Pemanfaatan yang berkeadilan (Equitable Distribution of Benefits). Ketiga, Tanggungjawab Sosial dan Kepatuhan (Social Responsibility and Compliance).

Perikanan yang berkelanjutan, kata Indra, menjadi urusan saintis (ilmuwan). Yang terbaik dalam analisis ini dengan menggunakan data dan informasi yang sudah ada.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: FPIK IPBKomisi Nasional Pengkajian Sumberdaya IkanKomnaskajiskanProf Indra JayaSumberdaya Ikan
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Pendekatan Kehati-hatian Jamin Keberlanjutan Sumberdaya Ikan

Next Post

Menghitung Alokasi Sumberdaya Ikan di Indonesia

Postingan Terkait

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

7 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

6 September 2026

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Next Post
Menghitung Alokasi Sumberdaya Ikan di Indonesia

Menghitung Alokasi Sumberdaya Ikan di Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

NASA Akan Mengamati dan Mengidentifikasi Spesies Fitoplankton dari Luar Angkasa

Cuaca Buruk, Penumpang di Kepulauan Seribu dan Wisatawan di Karimunjawa Dievakuasi

Depresi Tropis Terletak di Timur Taiwan

Debu Vulkanik Gunung Marapi, Semeru, Dukono, Ibu dan Lewotobi Berpotensi Membahayakan Penerbangan

Topan Super Saola Masih Menyerang Wilayah Hong Kong

Risiko Ranjau Laut di Selat Hormuz

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.