Dewi Surinati dari Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI menyebutkan bahwa upwelling di Laut Banda, Laut Arafura, kepulauan Aru dan Laut Maluku terjadi di musim timur. Di Selat Makassar, upwelling terjadi di musim Tenggara (Juni – September).
Hal ini sejalan dengan yang ditulis Lestari Cendikia Dewi dari Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hasil penelitian menunjukkan di bulan Januari, upwelling lebih banyak muncul di Indonesia Timur, sedangkan di Indonesia Barat dapat dikatakan jarang ada upwelling.
Lestari menggunakan data Bulan Januari, April, Agustus, Oktober tahun 2007 sebagai wakil dari Musim Barat, Musim Peralihan I, Musim Timur dan Musim Peralihan II. Arus laut yang bergerak naik, dikenal sebagai upwelling dirata-ratakan dan dipetakan untuk setiap bulan. Peta upwelling inilah yang akhirnya dapat menggambarkan daerah potensial perikanan tangkap.
Perairan yang mengalami upwelling, Selat Makassar, Teluk Tomini, Teluk Tolo, Teluk Bone dan di sekitar Kepulauan Talaud. Selanjutnya di utara Bali, barat dan selatan Pulau Lombok, utara Pulau Sumbawa sampai Selat Sape, utara Pulau Flores, Pulau Adonara dan Pulau Siantar.
Kemudian di Pulau Alor, Pulau Sumba, Pulau Timor, Laut Sawu sampai perairan sekitar Pulau Roti dan Pulau Sawu. Upwelling juga terjadi di timur laut Pulau Seram sampai tenggara Kepulauan Sula, utara dan timur laut Pulau Buru, utara Kepulauan Sula sampai perairan Bitung.





Komentar tentang post