World Orca Day, Mengenal Paus Orca di Selandia Baru

Paus orca. FOTO: NATHAN PETTIGREW/DOC

Darilaut – Seekor bayi orca ditemukan terdampar di bebatuan di Hongoeka utara Plimmerton, dekat Wellington, New Zealand, pada Minggu (11/7) siang waktu setempat.

Bayi orca yang kemudian diberi nama Toa belum langsung dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya. Upaya menyatukan Toa dengan pod atau polongnya masih terus dilakukan tim penyelamat dan sukarelawan, hingga saat ini.

Hari ini, Rabu (14/7), berkaitan dengan Hari Orca Sedunia, World Orca Day, 14 Juli, Darilaut.id mengajak untuk lebih mengenal paus orca di New Zealand biasa disebut di Indonesia Selandia Baru.

Populasi paus orca di Selandia Baru diperkirakan sebanyak 150 – 200 individu. Orca dapat ditemukan di seluruh garis pantai di negara tersebut.

Menurut Departemen Konservasi (DOC), paus orca diketahui menjelajah sepanjang gars pantai Selandia Baru hingga ke Pelabuhan Wellington. Paus orca ini mencari sumber makanannya.

Rombngan paus orca ada yang ke dasar laut yang berlumpur untuk mencari ikan pari dan sering terlihat di perairan dangkal di sekitar Oriental Parade, Frank Kitts Park, dan The Lagoon. Orca juga sering terlihat menjelajahi ujung utara pelabuhan dan Pantai Kapiti.

Seringkali terlihat paus orca berburu mangsanya. Ada yang melompat didekat bebatuan dan kembali ke air.

Dr Ingrid Visser, seperti dikutip dari Nzherald.co.nz, adalah yang pertama kali menemukan dan mencatat paus orca ini memangsa ikan pari.

Orca di Selandia Baru dikenal ramah dengan manusia. Di pantai Selandia Baru juga tercatat peristiwa mamalia laut yang terdampar dalam jumlah banyak.

Sebagai cetacea yang cerdas, paus orca atau paus pembunuh (killer whale) sebenarnya masuk dalam keluarga lumba-lumba (dolphin). Paus pembunuh dengan nama ilmiah Orcinus orca ini, disebut paus karena memiliki ukuran yang besar dan terbesar dalam keluarga lumba-lumba.

Paus orca memiliki pola makan yang sangat beragam dan merupakan satu-satunya cetacea yang diketahui secara teratur memangsa mamalia laut lainnya.

Serangan atau perburuan terhadap cetacea lainnya telah didokumentasikan dan lebih dari 35 spesies yang menjadi mangsanya, termasuk paus biru.

Termasuk pula beberapa spesies ikan, seperti salmon, tuna, herring, cod, hiu, dan pari. Cumi-cumi, gurita, burung laut, dan penyu juga dimakan paus orca.

Orca berburu secara kooperatif dan bahkan diketahui ada yang terdampar di pantai karena berburu anjing laut.

Berdasarkan preferensi makanan yang berbeda, di Selandia Baru terdapat 3 kelompok yang berbeda.

Orca biasanya ditemui dalam kelompok keluarga. Pod dibentuk seumur hidup dan dapat menghasilkan pengembangan dialek yang unik.

Paus pembunuh relatif mudah dikenal melalui tanda hitam dan putih yang khas dan sirip punggung yang tinggi dan menonjol.

Orca dapat tumbuh hingga panjang 9 m, dengan sirip punggung jantan mencapai lebih dari 1 meter. Sirip orca jantan berukuran besar dan kokoh.

Sirip punggung betina dan jantan berbeda. Orca jantan lebih panjang dan besar. Sementara betina memiliki sirip punggung yang lebih kecil dan melengkung.

Orca adalah mamalia yang paling banyak tersebar di bumi, termasuk di perairan tropis. Distribusinya tidak merata dan lebih sering terlihat di kutub atau perairan yang lebih dingin.

Mereka lebih suka air yang lebih dalam, tetapi dapat ditemukan di teluk dan muara yang dangkal, dan di laut yang lebih dalam.

Orca betina melahirkan pertama antara usia 11 dan 16 tahun. Cenderung melahirkan setiap lima tahun untuk rentang hidup reproduksi 25 tahun.

Masa kehamilan paus orca antara 15 – 18 bulan. Bayi orca akan dipelihara induknya selama satu tahun.

Usia paus orca betina mencapai 80 atau 90 tahun. Laki-laki mencapai kematangan fisik sekitar 21 tahun dan hidup maksimal 50-60 tahun.

Saat ini telah diketahui sejumlah ekotipe orca di sejumlah perairan di dunia. Sejumlah ilmuwan telah mengusulkan sebanyak 22 ekotipe orca. Namun, ada banyak yang belum diketahui dan dideskripsikan.

Seperti beberapa ekotipe sekitar Selandia Baru, Argentina, Papua New Guinea dan berbagai lokasi lainnya, termasuk di perairan Indonesia.

Khusus untuk mengetahui bagaimana paus pembunuh di Selandia Baru, peneliti di Orca Research Trust telah menerbitkan buku dengan judul “Guide to New Zealanad Orca. Panduan ini ditulis oleh Dr Ingrid N. Visser dan Tracy E. Cooper.

#Hari Orca Sedunia #World Orca Day, 14 Juli 2021

Exit mobile version