Lintasan Panjang Topan Nolo, Bergerak Dari Pasifik Timur Menuju Selatan Jepang di Pasifik Barat Laut

Topan (hurikan) Nolo di barat-barat laut Hawaii, pada Minggu (4/10)pagi. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan (typhoon) Nolo saat ini terletak di barat-barat laut Hawai, Samudra Pasifik Tengah, pada Minggu (4/10) dini hari.

Hurikan (Hurricane) Nolo mulai berkembang pada 14 September lalu sebagai depresi tropis di barat Meksiko atau Pasifik Timur, kemudian secara umum bergerak ke barat. Nolo kemudian mendekati Hawaii dengan jarak 300 km di selatan Hilo.

Kini Nolo yang sudah berada di Pasifik tengah berada di barat-barat laut Hawai. Berdasarkan jalur lintasan Zoom.earth hurikan Nolo bergerak dari barat Meksiko hingga berada di barat Hawaii, telah menempuh perjalanan sejauh kurang lebih dari 6.600 km

Topan Nolo secara umum diperkirakan akan bergerak ke barat-barat laut dari Pasifik Tengah menuju selatan Jepang di Pasifik Barat Laut.

Central Pacific Hurricane Center (CPHC) mengatakan Nolo mungkin sedang mengalami jeda singkat dalam fase intensifikasinya. Badai ini memiliki pola konvektif yang cukup simetris, dengan suhu puncak awan mencapai -68°C di dinding mata bagian selatan dan suhu mata badai sekitar 14°C.

Topan (hurikan) Nolo di barat-barat laut Hawaii, pada Sabtu (3/10) malam. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Intensitas Nolo saat ini bertahan di angka 110 mil per jam (95 knot). Nolo bergerak lebih cepat dari perkiraan, dan arah geraknya saat ini menuju ke barat (265 derajat) dengan kecepatan 15 mil per jam (12 knot).

Penguatan punggungan tekanan udara (ridging) yang kuat di sebelah utara diperkirakan akan menyebabkan Nolo semakin mempercepat lajunya ke arah barat, dengan potensi mencapai kecepatan maju sekitar 25 mil per jam (20 knot) pada hari ke-4, kata CPHC.

Model lintasan menunjukkan konsentrasi yang sangat rapat untuk 3 hari ke depan, sehingga tingkat keyakinan terhadap bagian prakiraan tersebut sangat tinggi. Nolo diperkirakan akan berada di sebelah barat Garis Tanggal Internasional (International Date Line) pada jam ke-36.

Terdapat variasi hasil model yang lebih besar dari biasanya untuk hari ke-4 dan ke-5, terutama terkait kemungkinan interaksi Nolo dengan gangguan cuaca yang saat ini berada di dekat Kepulauan Marshall (bibit siklon tropis 94W) serta palung gelombang panjang (longwave trough) yang diperkirakan akan bergerak ke sebelah timur Jepang.

Prakiraan NHC lebih mengacu pada model-model di batas selatan rentang prediksi, yang menunjukkan lintasan terus mengarah ke barat, dan sangat mendekati prediksi sebelumnya.

Intensifikasi Nolo kemungkinan akan kembali berlanjut saat topan ini bergerak melintasi wilayah dengan suhu permukaan laut sekitar 28°C dan shear (perbedaan kecepatan angin) lapisan dalam menjadi hampir tidak signifikan.

Pada 3 Oktober Nolo Kembali menguat menjadi badai Kategori 2, dan dapat mencapai intensitas puncak Kategori 4 dalam waktu sekitar 36 jam, atau bahkan lebih cepat.

CPHC mengatakan ini adalah sistem yang berbahaya. Bahaya yang mungkin terjadi meliputi angin kencang, curah hujan tinggi, gelombang badai (storm surge), dan kondisi laut kasar.

Melansir Science.nasa.gov hurikan Polo dan Nolo mengirimkan dampak destruktif ke darat di tengah musim aktif di Pasifik timur laut dan tengah.

Musim siklon tropis tahun 2026 di cekungan Pasifik timur laut dan tengah sedang sibuk. Pada tanggal 28 September, jumlah badai yang disebutkan di wilayah tersebut telah bertambah menjadi 20, sembilan di antaranya telah mencapai kekuatan badai. Sebagai perbandingan, rata-rata tahun 1991-2020 pada tanggal tersebut adalah 13,5 badai dengan 7,4 badai.

Badai yang terjadi di dekat Hawaii pada musim ini kembali menyebabkan banjir besar di pulau-pulau tersebut. Badai Nolo, meskipun tidak mencapai daratan, menurunkan curah hujan lebih dari 12 inci (30 sentimeter) di beberapa bagian Maui dan Pulau Hawaiʻi. Laporan berita menyebutkan badai tersebut membanjiri jalan, menumbangkan pepohonan, dan memicu tanah longsor, namun Pulau Hawaiʻi terhindar dari dampak yang lebih parah yang ditimbulkan oleh Badai Lala pada pertengahan Agustus.

Pada tanggal 28 September, akumulasi energi topan di Pasifik Timur Laut melebihi dua kali lipat normalnya, menurut data dari Colorado State University.

Para ilmuwan memperkirakan adanya peningkatan aktivitas siklon tropis di cekungan lautan ini selama El Niño yang telah berlangsung sejak Juni, tulis Science.nasa.gov.

Air hangat di Pasifik khatulistiwa dan pergeseran angin rendah di wilayah tersebut, keduanya merupakan pola khas El Niño, mendorong berkembang dan menguatnya badai tropis.

Exit mobile version