Mahasiswi Kedokteran UNG Wakili Indonesia Dalam Program Kolaborasi di Jepang

Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Khansya Alya Najwa Kasim. FOTO: FK UNG

Darilaut – Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Khansya Alya Najwa Kasim, terpilih sebagai delegasi dalam program International Medical Student Engagement Program (IMSEP) Japan 2026.

IMSEP merupakan program kolaborasi dan pertukaran mahasiswa kedokteran lintas negara.

Program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengikuti observasi klinis, diskusi akademik, serta pertukaran pengetahuan dan budaya di institusi pendidikan kesehatan terkemuka di dunia.

Kegiatan ini digelar pada 25 Februari hingga 6 Maret 2026 di International University of Health and Welfare, Jepang.

Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa FK UNG mampu menembus panggung internasional dan bersaing dengan mahasiswa kedokteran dari berbagai negara.

Selama hampir dua pekan di Jepang, Khansya akan terlibat dalam rangkaian kegiatan akademik dan klinis yang dirancang untuk memperkaya wawasan global serta meningkatkan kompetensi profesional di bidang kedokteran.

International University of Health and Welfare sendiri dikenal sebagai institusi pendidikan kesehatan yang aktif mengembangkan pendidikan berbasis riset serta pelayanan kesehatan modern.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr. dr. Vivien A. Kasim, mengatakan capaian tersebut bukan sekadar prestasi individual, melainkan representasi kualitas institusi.

“Ini bukan sekadar keberangkatan mahasiswa ke luar negeri, tetapi representasi kualitas pendidikan FK UNG di panggung global,” ujarnya.

“Kami bangga karena ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kapasitas akademik dan daya saing internasional.”

Menurut Vivien, partisipasi mahasiswa dalam program internasional seperti IMSEP merupakan bagian dari strategi fakultas dalam mendorong internasionalisasi pendidikan serta memperluas jejaring kerja sama global.

Keikutsertaan dalam forum akademik internasional menjadi indikator meningkatnya kepercayaan mitra luar negeri terhadap kualitas pendidikan FK UNG, kata Vivien.

“Kami berharap pengalaman ini membawa dampak akademik yang berkelanjutan, baik bagi pengembangan kompetensi mahasiswa maupun penguatan reputasi institusi,” ujar Vivien.

Terpilihnya Khansya menambah daftar capaian mahasiswa FK UNG di tingkat internasional sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peluang global.

FK UNG berkomitmen untuk terus membuka akses, memperluas kolaborasi, dan mendukung mahasiswa berprestasi agar mampu tampil sebagai calon dokter yang unggul, adaptif, dan berdaya saing dunia.

Exit mobile version