Jakarta – Provinsi Maluku Utara sangat menarik karena masyarakatnya memiliki indeks kebahagiaan yang tinggi. “Kebiasaan mereka menyanyi dan menari merupakan hal baik yang bisa dikembangkan dalam bentuk festival rakyat,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Selasa (6/8).
Menurut Arief, warga Maluku sebagian besar suka menari dan menyanyi, dari kebiasaan itu, kita bisa simpulkan daerah ini memiliki potensi festival yang bagus.
Seperti di Morotai, untuk menarik kedatangan wisatawan, harus memiliki atraksi yang unik dan bagus serta akses yang baik.
“Daerah ini luar biasa. Masyarakatnya sangat kompak, alamnya bagus, daerahnya juga menyimpan nilai sejarah. Semoga Morotai bisa menarik minat kunjungan wisatawan lebih banyak lagi,” kata Arief.
Selain itu, untuk memajukan wisata Morotai, Menpar mendukung usulan Bupati Morotai agar membuka lima rute penerbangan langsung dari luar negeri ke Morotai serta pengembangan kapasitas bandara untuk menampung lebih banyak wisatawan.
“Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk mempromosikan potensi pariwisata Morotai di ajang bergengsi misalnya bursa promosi pariwisata bergengsi di luar negeri,” ujar Menpar.
Pada Rabu (7/8) di Morotai berlangsung pertunjukan musik bambu tada yang diiringi tarian kolosal dibawakan oleh sekitar 2.000 peserta. Pertunjukan ini berhasil memecahkan rekor MURI.
Bupati Pulau Morotai Benny Laos mengatakan, sekitar 2.000 orang anggota masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan dan usia berpartisipasi dalam pertunjukan tersebut.
“Bambu tada adalah alat musik yang terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mengeluarkan bunyi-bunyian khas bambu. Cara mainnya dengan diketuk-ketukan ke tanah. Bambu tada berfungsi sebagai musik pengiring dan dimainkan bersama alat musik lain,” katanya.
Pemain bambu tada juga membentuk berbagai formasi menarik sambil memainkan alat musik itu. Untuk mencapai hasil yang baik, persiapan pun sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelum penampilan. Setiap sore, para peserta berlatih bersama tim koreografer Eko ‘Pece’ Supriyanto.
Semangat para peserta tidak berkurang, meski cuaca saat itu tidak begitu bersahabat. Meski gerimis, mereka tetap memberikan penampilan terbaik.*
