Darilaut – Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW 1448 H, civitas academica Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berkumpul dalam suasana penuh suka cita di masjid Sabilurrasyad UNG, pada Rabu (9/9).
Peringatan Maulid ini tidak hanya dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga melibatkan mahasiswa serta sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren di Gorontalo.
Kebersamaan tersebut menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Keunikan peringatan Maulid di UNG semakin terasa dengan hadirnya tradisi walimah khas masyarakat Gorontalo, lengkap dengan tolangga yang dihias dan diisi beragam sajian. Tolangga tersebut merupakan hasil sumbangan dari berbagai unit kerja di lingkungan UNG.
Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, momentum penting untuk menumbuhkan sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak, perilaku, amalan dan ibadah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kita kepada Nabi. Dengan rasa cinta tersebut, kita dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW, baik perilakunya maupun amalan dan ibadahnya,” kata Prof. Eduart.
Prof. Eduart menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan UNG. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi civitas academica untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, sekaligus mengingat kembali sosok Rasulullah SAW sebagai teladan utama umat Islam.
Melalui momentum ini, kita berharap keimanan dan ketakwaan civitas akademika UNG semakin meningkat. Kita juga kembali mengingat Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan, kata Rektor.
Tidak hanya sarat dengan nilai keagamaan, peringatan Maulid di UNG juga menjadi ruang untuk menjaga keberadaan tradisi dan kearifan lokal Gorontalo.
Tradisi walimah dengan tolangga yang hadir dalam perayaan tersebut memperlihatkan bagaimana nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan budaya masyarakat.
Suasana tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Maulid Nabi di lingkungan UNG bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, merawat tradisi, serta menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan kampus.
