Minggu, Juni 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Memantau Gunung Api dengan Citra Satelit

redaksi
12 Oktober 2021
Kategori : Berita
0
Gunungapi Anak Krakatau Erupsi, Ini Potensi Bahaya

Aktivitas Gunungapi Anak Krakatau Jumat 10 April 2020, pukul 23.16 WIB. FOTO: VSI.ESDM.GO.ID

Darilaut – Indonesia memiliki gunung api aktif yang sangat banyak, sehingga citra satelit akan sangat penting.

Kebanyakan gunung api di indonesia tidak dimonitor secara instrumental untuk memantau faktor seperti kegempaan dan emisi gas. Karena itu, satelit dapat membantu untuk melakukan observasi berbasis darat yang tidak dapat dilakukan karena keterpencilan.

Salah satunya, Gunungapi Anak Krakatau. Kepulauan Krakatau terdiri atas beberapa pulau di antaranya Pulau Sertung, Pulau Panjang, Pulau Rakata, dan Pulau Gunungapi Anak Krakatau.

“Sekitar 6 juta orang tinggal dalam radius 100 km dari gunung api ini, sehingga monitoring sangat penting,” ujar dosen tamu Alessandro Novellino dari British Geological Survey , seperti dikutip dari Itb.ac.id.

Alessandro yang membawakan tema geologi, geokimia, dan geofisika dari gunung berapi dengan pemaparan bertajuk “Observing Volcanoes from Space” saat kuliah GL5002 Kapita Selekta I Teknik Geologi pada Kamis (30/9).

Satelit Multispektral digunakan untuk mengobservasi garis pantai, perubahan vegetasi, tsunami-trim line, serta pemetaan material erupsi. Radar digunakan untuk mengobservasi collapted area.

Menggunakan plumes elevation, bisa diestimasi parameter awan debu vulkanik dan laju erupsi, yang bisa digunakan menetapkan zona bahaya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Gunung Anak KrakatauGunung ApiITBKrakatau
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

Dengan eDNA Peneliti Kaji Ekosistem Bawah Air di Gunung Anak Krakatau

Next Post

IDC AMSI 2021: Inovasi dalam Penguatan Ekonomi Digital

Postingan Terkait

3000 Kapal dan 20 Ribu Pelaut Terjebak di Wilayah Konflik di Timur Tengah

Jalur Pelayaran Utama di Selat Hormuz Masih Terkontaminasi Ranjau Laut

28 Juni 2026
Testimoni Seorang Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

PBB Evakuasi 2.500 Pelaut Melewati Selat Hormuz

28 Juni 2026

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Korban Tewas Gempa Ganda Venezuela 920 Orang, 3.360 Terluka

Dua Badai Tropis Melintas di Jepang, Higos di Barat Daya Tokyo

Banyak Ingin Mengoleksi Ikan Raja Laut yang Ditemukan di Perairan Dekat Pulau Siladen

Kemarau Meluas, Hujan Masih Signifikan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Nelayan Pulau Siladen Temukan Ikan Purba Coelacanth Panjang Lebih Dari 1 Meter

Next Post
IDC AMSI 2021: Inovasi dalam Penguatan Ekonomi Digital

IDC AMSI 2021: Inovasi dalam Penguatan Ekonomi Digital

Komentar tentang post

TERBARU

Jalur Pelayaran Utama di Selat Hormuz Masih Terkontaminasi Ranjau Laut

PBB Evakuasi 2.500 Pelaut Melewati Selat Hormuz

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Korban Tewas Gempa Ganda Venezuela 920 Orang, 3.360 Terluka

Dua Badai Tropis Melintas di Jepang, Higos di Barat Daya Tokyo

Banyak Ingin Mengoleksi Ikan Raja Laut yang Ditemukan di Perairan Dekat Pulau Siladen

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia Tetapkan 5,75 Juta Hektare Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Perekonomian Provinsi Gorontalo Tahun 2024 Terendah di Pulau Sulawesi

Pengungsi Gempa Sumatra Barat 13 Ribu Orang, 4 Korban Dalam Pencarian

Dompet Dhuafa Distribusi Hewan Kurban di Perbatasan

Pertanian Jagung Merusak Nutrisi Tanah, Petani Muda Ilomata Gorontalo Beralih ke Agroforestri

Indonesian Olympiad Of Science 2025, Mahasiswa Teknik Geologi UNG Raih 57 Penghargaan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.