Kamis, Agustus 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengenal Produksi Garam di Pulau Sumba

redaksi
9 November 2018
Kategori : Berita
0
Garam

Pembuatan garam dengan cara memasak air laut dan kristal garam di Pulau Sumba. FOTO: DOK. BKKPN KUPANG

Di PULAU Sumba, Nusa Tenggara Timur, terdapat beberapa lokasi petambak garam. Pengolahan garam ini masih dilakukan secara tradisional.

Seperti di pesisir pantai utara mulai dari Lete Konda (Sumba Barat Daya) sampai Desa Ngadu Mbolu (Sumba Tengah). Selain itu, di Sumba Barat. Produksi garam diperoleh dengan cara memasak atau merebus air laut.

Lokasi pembuatan garam ini telah dicatat Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut- Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Untuk produkasi, dilakukan dengan mencampur air laut dan kristal (bibit) garam. Bibit garam ini sebagai umpan, yang dimasak dalam tungku dengan menggunakan kayu bakar.

Kristal garam digunakan agar proses memasak tidak memakan waktu yang lama.

Dalam beberapa jam campuran air laut dan kristal garam akan menghasilkan endapan garam halus yang siap dikonsumsi.

Di tempat lain, seperti di Sumba Tengah, proses memasak tanpa dicampur dengan kristal garam. Ini dilakukan karena harga kristal garam cukup tinggi. Namun waktu masak bisa dua kali lebih lama.

Petani garam dalam sehari dapat menghasilkan 10-15 kilogram.

Pulau Sumba dikenal dengan keindahan alamnya dan perkampungan tradisional yang masih asli. Pulau Sumba memiliki karakteristik tingkat curah hujan rendah. Karena itu, kadar garam yang dihasilkan cukup tinggi.*

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BKKPN KupangGaramPulau Sumba
Bagikan13Tweet8KirimKirim
Previous Post

Foto: Pembuat Garam Tradisional di Yogyakarta 1905

Next Post

Kemenko Kemaritiman: Ekspedisi Nusantara Jaya Layak Dilanjutkan

Postingan Terkait

Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

13 Agustus 2026
Dua Tim Periset Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan Program Riset Internasional

Dua Tim Periset Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan Program Riset Internasional

13 Agustus 2026

Selama Tahun 2026 Kematian Migran Meningkat

Rantai Pasok Terganggu, Kapal yang Berlayar di Laut Merah Mendapat Serangan Mematikan

Suhu Global Teratas November dan Januari Setelah Puncak El Niño

Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Tangani 1.286 Telur Penyu di Sambas

Budaya Akademik dan Kehidupan Kampus Langkah Awal Pembekalan Bagi Mahasiswa Baru UNG

Tersebar di 11 Fakultas Sebanyak 5.166 Mahasiswa Baru Menjadi Bagian UNG

Next Post
Ekspedisi

Kemenko Kemaritiman: Ekspedisi Nusantara Jaya Layak Dilanjutkan

Komentar tentang post

TERBARU

Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

Dua Tim Periset Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan Program Riset Internasional

Selama Tahun 2026 Kematian Migran Meningkat

Rantai Pasok Terganggu, Kapal yang Berlayar di Laut Merah Mendapat Serangan Mematikan

Suhu Global Teratas November dan Januari Setelah Puncak El Niño

Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Tangani 1.286 Telur Penyu di Sambas

AmsiNews

REKOMENDASI

Tol Laut untuk Pulau-pulau Kecil dan Terpencil di Teluk Tomini

Mengatasi dan Mengurangi Sampah Plastik di Laut

Badai Tropis Fengshen Berada di Dekat Manila, Filipina

Evakuasi Beruang Madu, Petugas Lakukan Pembiusan

Kapal Wisata Gandha Nusantara 18 Mulai Beroperasi ke Bunaken

Korban Tewas Akibat Badai Tropis Maysak di Guangxi Bertambah Menjadi 39 Orang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.