Minggu, Mei 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengenal Produksi Garam di Pulau Sumba

redaksi
9 November 2018
Kategori : Berita
0
Garam

Pembuatan garam dengan cara memasak air laut dan kristal garam di Pulau Sumba. FOTO: DOK. BKKPN KUPANG

Di PULAU Sumba, Nusa Tenggara Timur, terdapat beberapa lokasi petambak garam. Pengolahan garam ini masih dilakukan secara tradisional.

Seperti di pesisir pantai utara mulai dari Lete Konda (Sumba Barat Daya) sampai Desa Ngadu Mbolu (Sumba Tengah). Selain itu, di Sumba Barat. Produksi garam diperoleh dengan cara memasak atau merebus air laut.

Lokasi pembuatan garam ini telah dicatat Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut- Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Untuk produkasi, dilakukan dengan mencampur air laut dan kristal (bibit) garam. Bibit garam ini sebagai umpan, yang dimasak dalam tungku dengan menggunakan kayu bakar.

Kristal garam digunakan agar proses memasak tidak memakan waktu yang lama.

Dalam beberapa jam campuran air laut dan kristal garam akan menghasilkan endapan garam halus yang siap dikonsumsi.

Di tempat lain, seperti di Sumba Tengah, proses memasak tanpa dicampur dengan kristal garam. Ini dilakukan karena harga kristal garam cukup tinggi. Namun waktu masak bisa dua kali lebih lama.

Petani garam dalam sehari dapat menghasilkan 10-15 kilogram.

Pulau Sumba dikenal dengan keindahan alamnya dan perkampungan tradisional yang masih asli. Pulau Sumba memiliki karakteristik tingkat curah hujan rendah. Karena itu, kadar garam yang dihasilkan cukup tinggi.*

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BKKPN KupangGaramPulau Sumba
Bagikan13Tweet8KirimKirim
Previous Post

Foto: Pembuat Garam Tradisional di Yogyakarta 1905

Next Post

Kemenko Kemaritiman: Ekspedisi Nusantara Jaya Layak Dilanjutkan

Postingan Terkait

2024 Tahun Terpanas, Bagaimana di Tahun 2025?

Dinamika Atmosfer: Suhu Panas dan Hujan Tidak Merata

3 Mei 2026
Suhu Panas Menyerang Indonesia

Heatstroke Akibat Suhu Panas Dapat Menyerang Jantung

3 Mei 2026

Serangan Online Terhadap Jurnalis Perempuan Berdampak pada Kesehatan Mental

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kekerasan Daring Terhadap Jurnalis Perempuan Meningkat

Hardiknas, Rektor UNG: Pendidikan Jantung Peradaban

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

Dosen UNG Menyoroti Gagal Bayar Pinjol Kalangan Anak Muda

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Next Post
Ekspedisi

Kemenko Kemaritiman: Ekspedisi Nusantara Jaya Layak Dilanjutkan

Komentar tentang post

TERBARU

Dinamika Atmosfer: Suhu Panas dan Hujan Tidak Merata

Heatstroke Akibat Suhu Panas Dapat Menyerang Jantung

Serangan Online Terhadap Jurnalis Perempuan Berdampak pada Kesehatan Mental

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kekerasan Daring Terhadap Jurnalis Perempuan Meningkat

Hardiknas, Rektor UNG: Pendidikan Jantung Peradaban

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

AmsiNews

REKOMENDASI

Pushidrosal Verifikasi Titik Dasar di Perbatasan dan Pulau Terluar

Hamdi Jempot dan Zairin Salampessy Pimpin AMSI Maluku – Maluku Utara

Limbah Makanan Memperburuk Perubahan Iklim

Perizinan Perikanan Tangkap Hanya 1 Jam

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Asal Semua Plastik di Dunia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.